5 Jembatan Provinsi Memprihatinkan, Pengendara Sering Terjatuh ke Sungai


Kamis, 03 Maret 2016 - 16:11:17 WIB - Dibaca: 2267 kali

Jembatan Kayu di Kabupaten Tanjabtim.(net/IT) / HALOSUMATERA.COM

MUARASABAK – Masih ada pengendara yang mengeluh dengan kondisi jembatan yang menghubungkan jalan provinsi dari Muarasabak ke Rantau Rasau.

Masalahnya, kondisi jembatan penghubung tersebut memprihatinkan. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses masyarakat ini hanya bersifat darurat. Tidak jarang pengendara terjatuh ke sungai saat melintas dan pengendara pun harus mengantre.

Dari sepuluh jembatan provinsi yang ada sepanjang jalan Muarasabak menuju Rantau Rasau, setidaknya ada lima jembatan yang kondisinya memperihatinkan.

“Dari catatan kita, ada lima jembatan masih bersifat darurat, karena masih terbuat dari kayu,” kata Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Tanjabtim, Risdiansyah.

Dijelaskan, kondisi kelima jembatan itu memang harus diperbaiki dan dibuat permanen. “Tidak ada lagi menggunakan material kayu. Sebab, pengendara yang melintas dijalan itu cukup banyak, mengingat jalan itu merupakan penghubung ke kecematan, Rantau Rasau, Nipah Panjang,” jelasnya.

Pihaknya sering kali mengajukan bantuan ke Pemprov Jambi, agar jembatan kayu tersebut segera diperbaiki. Hanya saja belum terealisasi.

“Tahun ini janjinya tiga yang dibangun, jembatan SK 10, Jembatan Siau dan Jembatan Asoi,” lanjutnya.

Sementara itu, Andi Hasbullah Kaur Pemerintahan Desa Siau mengatakan, Jembatan Kota Raja atau yang lebih dikenal dengan jembatan siau dibangun beberapa tahun yang lalu. Sempat dilakukan perbaikan pada 2014 lalu, hanya saja karena materialnya terbuat dari kayu, kondisinya cepat rusak.

Selain kondisi yang sudah sedikit miring, pagar jembatan tidak ada. Makanya, saat kendaraan terpeleset akan langsung jatuh ke sungai.

”Di sini sudah sering terjadi kecelakaan, belum lama ini mobil yang masuk sungai karena jembatan ini,”ungkapnya.

Tidak jauh berbeda apa yang disampaikan M Tang Kepala Dusun Empat, Desa Siau dalam. Disebutkan, jembatan ini merupakan satu-satunya akses menuju ke Kecamatan Rantau Rasau dan Nipah Panjang. Makanya, kendaraan yang menyeberang di jembatan itu cukup ramai.

"Kita minta ini dibuat permanen, kalau dibiarkan seperti pasti berbahaya,”katanya.(*)

Penulis : Joni Hartanto

Editor   : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Bupati Anwar Sadat Pimpin Rakor Pembangunan Jargas Rumah Tangga di Tanjab Barat

TANJABBAR – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Jaringan Gas Bumi (Jargas) Rumah T

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Terima Audiensi Kepala Sentra Alyatama Kemensos RI

TANJABBAR – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menerima audiensi Kepala Sentra Alyatama Kementerian Sosial Republik Indonesia Perwakilan

Advertorial

Wabup Katamso Hadiri Penganugerahan Gelar Adat Melayu Kepada Unsur Forkopimda Provinsi Jambi

JAMBI – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tanjung Jabung Barat Marina Septian

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Santuni 100 Anak Yatim di Momen Milad ke-60

TANJAB BARAT - Dalam rangka memperingati Hari Milad ke-60, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Tanjung Ja

Advertorial

Wabup Katamso Pimpin Rapat Pembahasan IPLM, Pemkab Tanjab Barat Siapkan Strategi Penguatan Literasi

TANJAB BARAT – Sebagai bentuk perhatian khusus terhadap penguatan literasi masyarakat, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., memi

Advertorial


Advertisement