Banjir Rob Menggenangi Pemukiman, Jakfar : Hati-hati Binatang Berbisa


Senin, 28 Januari 2019 - 09:23:54 WIB - Dibaca: 1753 kali

Banjir Rob Tidak Hanya Menggenangi Jalan dan Pemukiman Masyarakat Pesisir di Kabupaten Tanjabtim, di Kabupaten Tanjabbar Banjir Rob juga menggenangi Jalan Dalam Kota.(ist/IT) / HALOSUMATERA.COM

MUARASABAK – Diawal tahun ini, banjir rob menggenang pemukiman dan kebun masyarakat di wilayah pesisir Tanjabtim.

Beberapa hari terakhir banjir rob naik hingga menggenangi jalan-jalan. Wilayah yang terendam banjir air laut itu diantaranya di Kecamatan Dendang, Mendahara, Kecamatan Sabak Timur, Kecamatan Nipah Panjang, Berbak dan Sadu.

Di Kecamatan Sabak Timur misalnya, banjir air pasang laut naik hingga menggenangi jalan-jalan Desa seperti Desa di Lambur Luar, tidak hanya jalan puluhan rumah pun tergenang banjir. Ketinggian air mencapai setinggi lutut orang dewasa.

Jamal salah seorang warga Desa Lambur Luar mengatakan, sejak beberapa hari ini ketinggian air meningkat hingga menggenangi jalan dan rumah-rumah warga.

"Beberapa hari ini ketinggian air di Desa Lambur Luar dan Desa Kota Harapan meningkat, banyak rumah yang terendam banjir, tapi saya tidak tahu pasti berapa jumlah total rumah yang terendam,"katanya.

Air pasang laut ini naik pada siang hingga sore hari. Kemudian  pada malam hari selama kurang lebih 3 Jam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabtim, Jakfar menyebutkan saat ini memang memasuki puncak musim pasang air laut tinggi.

Menurut Jakfar, tingginya permukaan air laut juga dipengaruhi tingginya curah hujan di wilayah hulu sungai Batang Hari.

"Diperkirakan ini, masih akan berlangsung hingga Maret akan datang," kata Jakfar.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan BPBD Tanjabtim menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai anak-anak mereka yang sedang bermain-main air. Selain itu, BPBD juga menghimbau untuk berhati-hati terhadap serangan binatang berbisa seperti ular, lipan, kala jengking maupun serangan buaya.

"Kalau air naik, kan binatang-binatang itu biasanya keluar, Itu harus diwaspadai," sebutnya.

Dilanjutkan Jakfar, ini merupakan banjir pasang surut, ketinggian air hanya bertahan kurang lebih 3 jam kemudian surut kembali. Pihaknya belum akan melakukan tindakan evakuasi.

"Sejauh ini juga belum ada laporan rumah warga yang tergenang. Kalaupun ada paling lama hanya 3 jam kemudian surut lagi,"tukasnya.(*/kms)

Editor: It Redaksi

Sumber: halojambi.id




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Bupati Anwar Sadat Tekankan Kepatuhan Pajak Desa untuk Wujudkan Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Ajak Masyarakat Jaga Sungai dan Kelestarian Ekosistem

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meresmikan Lubuk Larangan di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, sebagai upaya m

Advertorial

Gerak Cepat, Bupati Anwar Sadat Tinjau Karhutla di Bram Itam

TANJAB BARAT — Menunjukkan respons cepat terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., langs

Advertorial

Presisi Merdeka Balap Pompong Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat

TANJAB BARAT – Polres Tanjung Jabung Barat selaku penyelenggara utama berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sejumlah pihak penduk

Advertorial

Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kuala Indah, Bupati Anwar: Hentikan Pembakaran Lahan

TANJAB BARAT – Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs.

Advertorial


Advertisement