JAMBI - Sekda Provinsi Jambi Ridham Priskap mengatakan, sebanyak 5.000 guru honorer menghabiskan dana Rp 95 miliar per tahun. Hal itu membuat Pemerintah Provinsi Jambi akan merasionalisasi sebagian guru honorer.
"Kita tetap pikirkan nasib guru honor, tapi tidak mungkin semuanya mengingat kondisi anggaran saat ini. Mana yang betul-betul berkompetensi tetap dipertahankan. Kemudian, legalitas pengangkatannya itu awalnya oleh siapa, karena jangan sampai kita terbebani belanja pegawai,” kata Ridham usai melakukan verifikasi akhir PPPD, bertempat di Hotel Ratu, Kamis (22/9).
Ridham menjelaskan, rasionalisasi akan dilakukan terhadap guru honorer biasa, seperti guru Bahasa Indonesia, Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan guru olahraga.
"Misal nya guru sosial, bahasa Indonesia, PKN atau olahraga, guru biasa, mungkin kita lebih mengutamakan guru kimia, fisika, bahasa Inggris. Hal ini yang akan kita lihat," timpal Sekda.(*)
Penulis : Wijaya
Editor : Andri Damanik
TANJAB BARAT - Robohnya jembatan Sungai Limau RT 05, Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjabbar, Rabu (20/5/26) menimbulkan op
TANJABBAR - Ketua Komisi III DPRD Tanjabbar Albert Chaniago menyampaikan belasungkawa atas kejadian tertimpanya dua pekerja perbaikan jembatan yang sempat hanyu
TANJABBAR - Dua pekerja hanyut dan tenggelam setelah tertimpa material jembatan di Sungai Limau RT 05, Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang
BATANG ANGKOLA – Ketua Parsadaan Rim Nitahi Haruaya Mardomu Bulung (HMB), Ahmad Kaslan Dalimunthe, Gelar Mangaraja Siombaon Parlindungan mendesak Aparat Pene
TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 dengan penuh semangat kebersamaan antara p