Inkado Provinsi Jambi Gelar Sertifikasi Pelatih dan Perwasitan Karate


Minggu, 08 November 2020 - WIB - Dibaca: 1519 kali

Sertifikasi Pelatihan Pelatih dan Perwasitan di SPN Jambi, Minggu (8/11/20). / HALOSUMATERA.COM

JAMBI (halosumatera.com)- Indonesia Karate Do (Inkado) Provinsi Jambi menggelar Sertifikasi Pelatihan Pelatih dan Perwasitan Karate di Sekolah Polisi Negara (SPN) Jambi yang beralamat di Jalan Tribrata Kilometer 11 Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Latihan ini dilakukan Inkado Jambi setelah kian lama mereka vakum, akibat wabah Pandemi Covid-19 yang tak berkesudahan. Latihan pelatih dan perwasitan tersebut dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dimulai dari Jumat 6 November hingga Minggu 8 November 2020.

Sekretaris Umum Inkado Provinsi Jambi, Suryadi mengatakan, latihan ini diikuti oleh 50 orang senior Karateka Inkado yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kota se Provinsi Jambi. 

"Kita melakukan pelatihan ini dengan tujuan yang jelas pertama kali untuk menjalin silahturahmi, setelah lama kita vakum akibat Pendemi virus Corona. Yang jelas bagaimana karate atau Inkado ini hidup lagi di daerah, sehingga kita panggil para senior di daerah untuk melakukan pelatihan disini,"ujar Sekretaris Umum Inkado Provinsi Jambi, Suryadi kepada halosumatera.com, Sabtu (07/11/20) sore.

Suryadi menambahkan, dalam menggelar pelatihan ini pihaknya tetap memenuhi protokol covid-19, guna memastikan keamanan agar tidak sampai ada penyebaran covid-19.

"Pelatihan ini dilakukan sesuai dengan prosedur standar protokol kesehatan, karena sejak pendemi Covid-19 otomatis kegiatan olahraga ini vakum. 

Selain untuk mempersiapkan regenerasi, lanjut Suryadi, Inkado memang akan melakukan standarisasi pelatih, sehingga semua teknik, gerakan,sampai ke perwasitan seragam.

"Sehingga tidak ada lagi perbedaan dari tingkat provinsi hingga ranting,"jelasnya.

Menurut Suryadi, pelatihan pelatih dan wasit ini memang sangat penting bagi peningkatan kualitas pelatih Karate di Jambi. 

"Apalagi materi yang disampaikan pun sangat lengkap dan tidak sebatas teori, tapi juga praktek di lapangan. Termasuk melibatkan bidang pertandingan dan perwasitan,"ulasnya.

Sementara itu, Ketua Keluarga Sabuk Hitam (KSH) Inkado Provinsi Jambi Syamsudin menuturkan, pelatih yang baik adalah pelatih yang tersertifikasi dan mampu menghasilkan output yang bagus.

Lelaki yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia beladiri karate itu juga menegaskan, Inkado tidak lagi membutuhkan kuantitas pelatih, melainkan kualitas pelatih. Oleh karenanya Syamsudin berharap kepada para peserta agar bersungguh-sungguh menyerap dan mengembangkan ilmu kepelatihannya. 

"Sehingga kedepannya banyak atlet berprestasi yang muncul. Bukan hanya tingkat provinsi, tapi juga tingkat nasional bahkan internasional,"tandasnya.(*/Eko)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Albert Chaniago Sebut Ada Bagian Retak di Pintu Air Parit 10 dan Kini Diaudit Khusus BPKP

TANJABBAR – Polemik Mega Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar terus bergulir. Proyek senilai Rp 4 miliar tersebut kini sedang diau

Berita Daerah

Sorotan Proyek Pintu Air Rp 4 M, Ini Tanggapan Ketua DPRD Tanjabbar

TANJABBAR – Ketua DPRD Tanjab Barat Hamdani SE mengaku kaget besaran anggaran proyek pintu air Parit 10 Desa Tungkal I senilai Rp 4 Miliar. Disampnig itu,

Berita Daerah

Proyek Pintu Air Rp 4 M Disorot Sejak Tender, Kini Sedang di Audit BPK RI?

TANJABBAR – Proyek Pintu Air yang menelan anggaran Rp 4 Miliar di Parit 10 Desa Tungkal I disorot. Proyek ini dianggarkan melalui Dinas PUPR Tanjabbar ber

Berita Daerah

Pemprov Jambi Terbitkan SE Perayaan Malam Tahun Baru 2026, Salah Satunya Larangan Pesta Kembang Api

JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi menerbitkan Surat Edaran Nomor 3280/ SE/ DISBUDPAR - r.1/ XII/2025 tentang Penyelenggaraan Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di P

Berita Daerah

Korban Penghinaan Gugat Ganti Rugi Rp 540 Juta di PN Tanjabtim

TANJABTIM - Perkara dugaan penghinaan yang melibatkan Nur Salamah binti Muhammad Natsir sebagai Penggugat dan Mardiana alias Yana binti H.M. Nur sebagai Terguga

Hukum & Kriminal


Advertisement