Ketua DPRD : Perkampungan Atlet Tidak Pernah Dibahas


Minggu, 28 Oktober 2018 - 16:33:16 WIB - Dibaca: 2111 kali

Pembangunan Lanjutan GOR Serba Guna Tahun 2018.(IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL - Mega proyek GOR Serba guna atau lebih santer disebut Sport Center masih menunggu kucuran dana pusat. Adanya cikal bakal menjadi perkampungan atlet, juga menjadi polemik.

Ketua DPRD Tanjabbar Faisal Riza ST MM membantah bahwa GOR Serba Guna yang sedang dibangun menggerus APBD Rp 18 M ini bakal dijadikan perkampungan atlet.

"Kampung atlet?? Ide siapa jadi kampung atlet. Kok bisa kampung atlet ??  Proposal siapa yang buat," kata Faisal Riza melalui pesan singkatnya, Minggu sore (28/10) kepada infotanjab.com.

Menurut Icol, panggilan akrabnya, pembangunan perkampungan atlet tidak pernah dibahas. Dari perencanaan awal tetap GOR atau Sport Center

"Sport centre itu kan pusat olahraga, kalo perkampungan atlet lain lagi namanya. Kalau perkampungan atlet berupa penginapan, seperti perkampungan atlet asian games kemaren di kemayoran," timpal Icol.

"Ada hasil perencanaannya kok, ada di Dispora itu. Anggaran 2014 kalau dak salah, ada master plan nya itu.
Coba tanyakan ke PUPR juga," tambah politisi Gerindra ini.

Diakui dia, sesuai perencanaan, pembangunan sport center ini menelan dana cukup besar. Ditanya berapa besaran dan kebutuhan dana untuk Mega proyek  ini, sayangnya Icol tak merincikan.

Dari pelbagai sumber infotanjab.com, estimasi awal pembangunan GOR ini berkisar Rp 50 miliar. Sayangnya, struktur tanah di lokasi pembangunan tak mendukung, diperlukan dana yang tak sedikit membangun komplek gedung olahraga di lokasi ini.

Kepala Disparpora Tanjabbar Otto Riyadi, Sabtu (27/10) mengatakan, perlu penyesuaian soal anggaran dan prioritas bangunan. Pihaknya akan mengajukan usulan kembali ke Kemenpora pada tahun depan.

Hanya saja, soal isi proposal dan besaran dana yang diajukan ke pusat, Otto tak menyebutkan.

Baca Juga: Proposal GOR Baru Diusulkan 2019

Untuk diketahui, tiga tahun belakangan, pembangunan GOR atau sport center ini baru sebatas pemasangan tiang pancang dan pengecoran lantai dasar (sedang berjalan). Total anggaran yang telah dikucurkan berkisar Rp 18 miliar dari APBD.

Tahun 2015 dialokasikan sebesar Rp 5,7 miliar, tahun 2016 sebesar Rp 9,8 miliar, tahun 2017 sebesar Rp 1 miliar. Tiga tahun anggaran ini baru selesai sebatas tiang pancang.

Tahun ini, Dinas PUPR mengalokasikan anggaran lanjutan untuk pengecoran lantai sebesar Rp 1,7 miliar. Di lokasi terpisah, juga dibangun jalan dan box culvert, bagian dari peningkatan sarana prasarana GOR.(*)

Editor : Tim Redaksi

Baca Juga: Usulan ke Kemenpora Ternyata Perkampungan Atlet, Ini Kata Jahfar




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Sekolah Jadi Sorotan Jelang Eksekusi, Mahmud: Kami Siap Hibahkan Tanah untuk Pendidikan

BATANGHARI – Polemik rencana eksekusi lahan sekitar 1.300 hektare di Kabupaten Batanghari kembali memanas. Kali ini, perhatian publik tertuju pada beredar

Hukum & Kriminal

Bupati Anwar Sadat Dorong Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik di Kawasan Hutan Produksi

JAMBI – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri rapat pembahasan Rencana Pembangunan Jaringan Listrik Desa di wilayah Kabupaten Ta

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Tekankan Kepatuhan Pajak Desa untuk Wujudkan Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Ajak Masyarakat Jaga Sungai dan Kelestarian Ekosistem

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meresmikan Lubuk Larangan di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, sebagai upaya m

Advertorial

Gerak Cepat, Bupati Anwar Sadat Tinjau Karhutla di Bram Itam

TANJAB BARAT — Menunjukkan respons cepat terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., langs

Advertorial


Advertisement