KUALATUNGKAL – Semua pihak diminta waspada atas perkembangan paham radikal yang begitu cepat berkembang. Dengan kemajuan informasi dan teknologi, paham radikal bisa saja berkembang pesat.
Demikian disampaikan Kapolres Tanjab Barat AKBP Alfonso Dolly Gilbert Sinaga kepada wartawan saat temu pers Mapolres Tanjab Barat.
Dikatakan Kapolres, bersama Pemerintahan Kabupaten Tanjabbar, pihaknya telah berkolaborasi dengan jajaran desa, dai desa, pengajian PKK dan sebagainya, memantau perkembangan paham radikal yang dapat merusak mental dan pemahaman beragama.
“Ya sekarang ini ajaran radikal menopang perkembangan teknologi, makanya harus waspadai. Kita berharap peran orang tua untuk bisa memantau perkembangan anaknya apakah ada terlibat kelompok-kelompok tertentu, ajaran sesat dan sebagainya,” timpal Kapolres.
Sebagaimana diketahui, belum lama ini Polres Tanjabbar telah mengamankan pemuda yang telah iseng membuat ancaman bom ke Polres Tanjabbar melalui jejaring sosial.
Setelah dilakukan pendalaman, yang bersangkutan tidak terlibat dalam kelompok tertentu maupun masuk dalam pemahaman radikal.
“Sudah kita minta keterangan orang tuanya, tetangganya. Yang bersangkutan tidak ada masuk kelompok radikal. Sementara yang bersangkutan masih ditahan untuk perkembangan penyidikan lebih lanjut,” tambah ADG Sinaga.(*)
Editor : Andri Damanik
TANJAB BARAT – Polres Tanjung Jabung Barat selaku penyelenggara utama berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sejumlah pihak penduk
TANJAB BARAT – Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs.
TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi menutup Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup II PBSI Tanjung Jabung Bar
JAMBI - Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke- 81 Tahun 2026, Ditintelkam Polda Jambi bersama jajaran Ditlantas, Polresta Jambi membagikan bendera merah putih kepada
JAMBI - Pasca dibekukannya kepengurusan PWNU Jambi hasil konferwil tahun 2025 oleh Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) pada 30 Juli 2026, PBNU sekaligus menun