PERUMAHAN NELAYAN DI DESA MAJLIS HIDAYAH

Pemerintah Harus Selektif Memilih Nelayan yang Berhak Mendapatkan Bantuan Rumah


Rabu, 27 Januari 2016 - 20:31:07 WIB - Dibaca: 2111 kali

Bantuan Perumahan Nelayan di Kabupaten Tanjab Barat.(IT) / HALOSUMATERA.COM

MUARASABAK - Sepertinya Pemerintah Tanjabtim harus selektif dalam memilih nelayan yang berhak menempati perumahan nelayan yang baru dibangun.

Masalahnya, ada warga yang tidak sepenuhnya berprofesi sebagai nelayan juga menghendaki rumah tersebut. Bahkan, ada juga nelayan yang sudah pernah diberi rumah oleh pemerintah tapi menginginkan rumah yang baru. Alasannya, rumah yang lama hanya terbuat dari kayu dan sudah mulai rusak.

Celakanya lagi, beberapa nelayan yang dulunya mendapatkan rumah nelayan justru tidak merawatnya dan meninggalkan rumah bantuan tersebut. Tapi, setelah mendapatkan kabar jika perumahan nelayan baru akan diberikan, nelayan yang mulanya meninggalkan rumahnya itu kembali ingin mendapatkan rumah Nelayan yang baru.

Seperti yang diungkapkan Iskandar, dirinya selama ini hanya menumpang di rumah nelayan yang pernah dibangun pada 2011 lalu. Ketika itu rumah tersebut dalam keadaan kosong. Sebab, yang menempati tidak mau tinggal dirumah tersebut.

"Yang tinggal di situ balik ke rumah orang tuanya, karena kosong jadi saya tempati, sudah lebih dari satu tahun saya tinggal di situ (perumahan nelayan lama)," kata Iskandar.

Tapi, setelah adanya kabar pembagian rumah nelayan baru yang dibuat secara permanen oleh Kementerian Perumahan Rakyat dan PU, para nelayan yang dulunya mengosongkan rumah nelayan lama, kembali lagi ke rumahnya dan rela tinggal meski sudah penghuninya.

"Kemarin pas dikasih (rumah nelayan lama) mereka sia-siakan. Mereka tinggal, pas ada pembagian datang lagi,"lanjutnya.

Untuk itu, Iskandar berharap pemerintah benar-benar selektif dalam membagikan rumah nelayan baru tersebut. Jangan sampai, nelayan yang mendapatkan rumah tersebut adalah nelayan yang telah memiliki tempat tinggal. Sebaliknya, nelayan yang tidak memiliki rumah tidak mendapatkan rumah tersebut.

Rustam salah satu nelayan yang pernah meninggalkan rumah nelayan lama menyebutkan, dirinya bersama keluarga meninggalkan rumah nelayan lama karena kondisinya sudah miring. Apalagi, jika terjadi air pasang, rumah yang berada di pinggir Sungai Majlis Hidayah itu digenangi air.

"Makanya kami juga berharap, mendapatkan rumah yang baru, kalau kami dapat dan tinggal di situ rasanya tinggal di surga,"katanya.

Sementara itu, Camat Kuala Jambi Taufik Hidayat mengatakan, nelayan yang berhak mendapatkan rumah nelayan baru tersebut adalah nelayan tidak mampu dan yang benar-benar tidak memiliki rumah atau nelayan yang selama ini hanya hanya menumpang. Lebih dari itu, nelayan tersebut juga harus membuat pernyataan diatas materai jika mereka tidak memiliki rumah.

Memang saat ini beberapa nelayan yang sudah melapor ke desa, tapi nantinya akan ada pendataan semua nelayan, untuk menentukan nelayan yang berhak mendapatkan rumah tersebut. Disamping itu, nantinya akan ada tim sinkronisasi yang akan melakukan validasi data nelayan yang berhak mendapatkan bantuan.

"Artinya, kita akan berikan rumah nelayan ini untuk nelayan yang benar-benar tidak mampu dan tidak punya rumah,"ungkapnya.

Dengan adanya pendataan dan sinkronisasi data nelayan itu, Taufik meyakini rumah nelayan itu akan tepat sasaran."Saya yakin dengan validasi data di lapangan, rumah nelayan ini akan diberikan kepada nelayan yang benar-benar membutuhkan,"tegasnya.

Untuk diketahui, saat ini ada sebanyak 100 unit rumah nelayan yang dibuat secara permanen di Desa Majlis Hidayah, Kuala Jambi. Sementara itu jumlah Kepala Keluarga yang hanya mengantungkan hidupnya sebagai nelayan mencapai 400 Kepala Keluarga.(*)

Penulis : Joni Hartanto

Editor   : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Sungai Merlung Meluap, Polsek Merlung Siapkan Skema Pengalihan Arus Balik Nataru

TANJAB BARAT – Luapan air Sungai Merlung mulai menggenangi badan jalan di Lintas Timur Sumatera, tepatnya di KM 120, Kelurahan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabu

Berita Daerah

Kapolres Tanjabbar dan Jajaran Polsek Merlung Tinjau Lokasi Banjir, Berikan Imbauan Keselamatan

MERLUNG – Jajaran Polsek Merlung melakukan monitoring intensif terhadap kenaikan debit air di sejumlah titik rawan banjir di wilayah hukum Kecamatan Merlu

Berita Daerah

Albert Chaniago Sebut Ada Bagian Retak di Pintu Air Parit 10 dan Kini Diaudit Khusus BPKP

TANJABBAR – Polemik Mega Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar terus bergulir. Proyek senilai Rp 4 miliar tersebut kini sedang diau

Berita Daerah

Sorotan Proyek Pintu Air Rp 4 M, Ini Tanggapan Ketua DPRD Tanjabbar

TANJABBAR – Ketua DPRD Tanjab Barat Hamdani SE mengaku kaget besaran anggaran proyek pintu air Parit 10 Desa Tungkal I senilai Rp 4 Miliar. Disampnig itu,

Berita Daerah

Proyek Pintu Air Rp 4 M Disorot Sejak Tender, Kini Sedang di Audit BPK RI?

TANJABBAR – Proyek Pintu Air yang menelan anggaran Rp 4 Miliar di Parit 10 Desa Tungkal I disorot. Proyek ini dianggarkan melalui Dinas PUPR Tanjabbar ber

Berita Daerah


Advertisement