KUALATUNGKAL – Sejumlah pemeriksa di Inspektorat Tanjabbar mendapat pelatihan dari BPKP Provinsi Jambi. Hal utama, soal pemahaman tertib administrasi aset daerah yang selama ini selalu menjadi temuan BPK RI Perwakilan Jambi.
Kepala Inspektorat Kabupaten Tanjabbar, Johanes Chan mengatakan, pelatihan tersebut digelar selama tiga hari sejak Senin lalu.
Sebagai perpanjangan tangan BPK Perwakilan Jambi, petugas inspektorat tentu mendapatkan pembekalan terutama soal aset yang kini menjadi dilema di Kabupaten Tanjabbar.
“Karena pendataan aset dan administrasi kita lemah, sehingga selalu menjadi temuan. Dan BPK tak mau tahu dengan alasan apapun, karena administrasi yang lemah,” ujar Johanes.
Dengan demikian, pembekalan yang didapat dari BPKP, akan diterapkan terutama saat inspektorat melakukan pemeriksaan di seluruh SKPD.
Tujuannya, Pemkab Tanjabbar melalui Inspektorat akan merapikan pendataan aset dan dalam waktu dekat, aset yang ada akan segera disensus. Mengingat, terakhir kali sensus aset dilakukan pada 2002 lalu.
Johanes berharap, seluruh SKPD bisa bekerja sama dalam melakukan inventarisasi aset yang hilang, terutama aset bergerak. “Sekarang ini, banyak kepala SKPD seolah lepas tangan, alasannya bukan zaman saya. Itu yang membuat aset kita tak pernah tertata dengan baik,” katanya.(*)
Editor : Andri Damanik
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna
JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata