Pimpinan Rapat di DPRD Tanjabbar Ribut Soal Anggaran KONI, Hamdani: Bukan Masalah Pokir


Kamis, 03 September 2026 - 11:45:28 WIB - Dibaca: 169 kali

Unsur pimpinan DPRD Tanjabbar. / HALOSUMATERA.COM

TANJABBAR - Sempat jadi sorotan dugaan keributan antar anggota DPRD Tanjabbar saat rapat anggaran dengan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tanjabbar Senin (31/8/26) lalu. Beredar kabar Wakil Ketua II terpancing emosi dalam rapat tersebut.

Hasan Basri Harahap disebut merasa tersinggung dengan pernyataan anggota Komisi III, H. Assek yang dinilai tidak menghargai pimpinan rapat. Informasi yang beredar, Hasan Basri sempat melempar palu sidang ke arah H. Assek. Untungnya palu tersebut tidak mengenai Ketua Komisi III tersebut.

Tak hanya Hasan Basri, Wakil Ketua I DPRD Tanjabbar H. Syafril Simamora dikabarkan naik pitam dalam rapat tersebut. Ucok Mora sapaan akrabnya, dikabarkan sempat memukul meja.

Ketua DPRD Tanjabbar Hamdani SE dikonfirmasi halosumatera.com, Kamis (3/9/26) membantah ada keributan. Kata dia, memang ada perbedaan pendapat dan kejadian itu merupakan hal lumrah dalam rapat anggaran.

Permasalahan awalnya dipicu anggaran KONI senilai Rp 1 Miliar, yang dimasukkan kedalam DPA Disparbudpora Tanjabbar.

Saat itu H Assek menanyakan kenapa anggaran olahraga tidak dihibahkan ke KONI. "Memang waktu itu H Assek terlalu kencang saat rapat, dan Wakil Ketua Hasan Basri tersinggung sebagai pimpinan tidak dihargai. Hanya permasalahan itu, tidak ada sampai lempar palu. Saya ada disitu, dan saya megang palu itu," kata Hamdani dihubungi via WhatsApp kepada halosumatera.com.

Hamdani mengatakan, akhirnya perbedaan pendapat itu disepakati, bahwa anggaran Rp 1 M tersebut dihibahkan ke KONi.

Bagaimana dengan Ucok Mora? Menurut Hamdani yang bersangkutan terpancing emosi, terkesan anggaran olahraga dikesampingkan. "Tapi sudah selesai, biasalah dalam rapat anggaran," ujarnya.

Kesimpulan rapat saat itu, sesuai mekanisme yang berlaku anggaran olahraga sebesar Rp 1 M dihibahkan ke KONI Tanjabbar dan telah disepakati bersama.

Hamdani juga membantah, tidak ada keributan saat itu dipicu permasalahan pokir. "Tidak ada itu rebutan pokir, isu itu tidak benar," tambahnya.

Secara kelembagaan, Hamdani mengatakan belum sempat mempertemukan pihak yang sempat berseteru. "Kita akan mediasi biar tidak permasalahan lagi, kemarin karena waktunya mepet, jadi belum kita temukan," timpal Hamdani.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Tanjabbar Syafril Simamora membantah adanya isu yang beredar. Menurut dia, hanya terjadi perbedaan pendapat saja. 

"Setau sy tidak benar, karena setau sy cuma ada perdebatan saja," tulisnya melalui pesan WhatsApp.(*/nik)

 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Sekolah Jadi Sorotan Jelang Eksekusi, Mahmud: Kami Siap Hibahkan Tanah untuk Pendidikan

BATANGHARI – Polemik rencana eksekusi lahan sekitar 1.300 hektare di Kabupaten Batanghari kembali memanas. Kali ini, perhatian publik tertuju pada beredar

Hukum & Kriminal

Bupati Anwar Sadat Dorong Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik di Kawasan Hutan Produksi

JAMBI – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri rapat pembahasan Rencana Pembangunan Jaringan Listrik Desa di wilayah Kabupaten Ta

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Tekankan Kepatuhan Pajak Desa untuk Wujudkan Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Ajak Masyarakat Jaga Sungai dan Kelestarian Ekosistem

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meresmikan Lubuk Larangan di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, sebagai upaya m

Advertorial

Gerak Cepat, Bupati Anwar Sadat Tinjau Karhutla di Bram Itam

TANJAB BARAT — Menunjukkan respons cepat terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., langs

Advertorial


Advertisement