Rencana Pembangunan Jalur Pipa Gas Bawah Tanah Ditolak Warga


Rabu, 04 Maret 2020 - 08:34:28 WIB - Dibaca: 1638 kali

Konflik PT Mandala Lemang Energy dengan Warga Beberapa Waktu Lalu.(*/dok) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL - PT Mandala Lemang Energy berencana membangun jalur pipa gas dari Parit Lapis, Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Betara menuju Parit Semau, Kecamatan Tungkal Ilir. Namun hal ini mentah-mentah ditolak warga. 

Penolakan ini cukup berdasar, warga khawatir, pembangunan jaringan pipa gas bawah tanah dengan kedalaman 1,7 meter mengancam keselamatan warga, bila terjadi ledakan.

Lurah Mekar Jaya, Khairul Syahri kepada wartawan membenarkan adanya ketakutan warga terhadap rencana perusahaan tersebut. Bahkan, penolakan warga ini juga pernah disampaikan dalam pertemuan di Kantor Camat pada Rabu Tanggal 19 Februari kemarin.

" Rencana jalur pipa ini, hanya berjarak belasan meter saja dari hunian warga. Bahkan ada rumah warga yang berdiri hanya beberapa meter dari pinggir jalan. Ini kan berbahaya. Karena diatas jalur pipa ini menjadi lintasan keluar masuk warga. Atas kekhawatiran inilah menjadi alasan warga menolak," ungkapnya. 

‎Menyikapi ketakutan warga ini, kepada wartawan Khairul berjanji akan menindaklanjuti. "Maunya warga, kedalaman pipa harus ditambah. Menjadi 2,5 atau 3 meter. Atau membuat jalur pipa gas yang jauh dari rumah warga. Oleh sebab itu, kita harap wacana ini jangan dilaksanakan dulu," sebutnya.

Apa yang dikhawatirkan warga ini tidak ditampik Suroso, salah seorang tokoh masyarakat Parit Lapis.

‎Disebutkannya, berkaca dengan ketakutan warga,  dulu dengan alasan keamanan, pihak perusahan pernah berupaya merelokasi warga karena tinggal dekat di jalur pipa gas. Namun, karena tidak ada kesepakatan antara warga tersbut dengan perusahaan. Wargapun batal direlokasi.

‎Nah.. ternyata kini pihak perusahaan berencana membangunan jaringan pipa gas melintasi depan puluhan rumah warga. Mestinya, faktor keamanan menjadi pertimbangan perusahaan. 

"Kenapa? Karena banyak sekali kegiatan masyarakat‎ di depan rumah. Ada yang bakar sampah, ada yang tanam ini dan itu. Mungkin tanaman tidak tepat di atas jalur pipa. Tapi akar tanaman kan bisa sampai dan kena pipa.  Saran saya, pihak perusahaan ‎bisa mengalihkan membangun jalur pipa ke lokasi yang jauh dari hunian masyrakat," kata Suroso.

Dia mencontohkan, seperti pipa PGN jalurnya jauh dari hunian warga. "Kan perusahaan bisa juga melakukan itu. Tidak mesti harus di rencana awal," tukasnya. 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Mandala Lemang Energy. 

Yuan Fanesha selaku humas perusahaan, saat dikonfirmasi belum bisa memberikan penjelasan. "Saya lagi metting. Setelah ini, mau langsung ke Jambi, "jawabnya singkat kepada awak media. (*/Edn)

Editor : Andri Damanik

 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Gerak Cepat, Bupati Anwar Sadat Tinjau Karhutla di Bram Itam

TANJAB BARAT — Menunjukkan respons cepat terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., langs

Advertorial

Presisi Merdeka Balap Pompong Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat

TANJAB BARAT – Polres Tanjung Jabung Barat selaku penyelenggara utama berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sejumlah pihak penduk

Advertorial

Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kuala Indah, Bupati Anwar: Hentikan Pembakaran Lahan

TANJAB BARAT – Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs.

Advertorial

Tutup Turnamen Berkah Madani Cup II, Ini Pesan Bupati Tanjabbar

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi menutup Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup II PBSI Tanjung Jabung Bar

Advertorial

Sambut HUT RI ke-81, Ditintelkam Polda Jambi Bagi-bagi Ribuan Bendera Merah Putih

JAMBI - Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke- 81 Tahun 2026, Ditintelkam Polda Jambi bersama jajaran Ditlantas, Polresta Jambi membagikan bendera merah putih kepada

Berita Daerah


Advertisement