Retorika yang Hilang Substansi dalam Debat Pilgub Jambi


Minggu, 22 November 2020 - WIB - Dibaca: 724 kali

Dr Noviardi Ferzi SE MM – Direktur Media dan Publikasi FU-SN.(*/dok.pribadi) / HALOSUMATERA.COM

Babak akhir pemilihan Gubernur Jambi telah dimainkan, ketika debat kandidat bergulir seiring pencoblosan 9 Desember 2020 nanti.

Oleh: Dr Noviardi Ferzi SE MM – Direktur Media dan Publikasi FU-SN

Malam tadi kita masyarakat Jambi disuguhkan satu tontonan yang menarik untuk disimak, sebuah arena yang menampilkan retorika atau konsepsi yang substansi bagi pembangunan Jambi.

Sejatinya debat kandidat, menghadirkan peluang bagi upaya pengenalan atas calon yang bertanding, termasuk pemahaman dan pengetahuan terhadap pemetaan serta solusi permasalahan lokal.

Dalam debat kandidat, kita dapat melihat bagaimana seorang figur calon merespon kondisi situasional yang mungkin terjadi secara spontan dan tidak diperkirakan.

Tentu dalam hal tersebut, kemampuan logika rasional seorang kandidat harus bekerja keras dalam menterjemahkan letak duduk persoalan dengan kesatuan ide solusi yang dikemukakan dalam batas waktu yang sempit.

Kapabilitas tentu akan terkait pada aspek kompetensi individual. Tidak ada jaminan bahwa petahana lebih menguasai konsep persoalan dan pemetaan masalah serta mampu menghadirkan opsi bagi sebuah tawaran solusi dalam program debat kandidat.

Minimal inilah kesimpulan yang dari beberapa teman semalam, ketika melihat debat calon wakil Gubernur semalam. Substansi persoalan tidak terkupas secara gamblang yang ada hanya retorika tanpa makna. 

Dikatakan tanpa makna karena nyaris tidak ada tawaran solusi yang ditawarkan, jauh dari realita persoalan yang ada di Jambi. 

Pak Syafril Nursal sendiri selaku calon wakil gubernur dari pasangan Berkah terlihat tampil percaya diri dan hati - hati dalam bicara, karena ia percaya sesuatu yang disampaikan harus sesuai realitas yang ada, bukan mengarang - ngarang dan tak mampu dilakukan, termasuk dari mereka yang telah memimpin Jambi sebelumnya.

Ya mungkin karena perbedaan latar belakang, sebagai mantan petinggi Polri bintang dua, SN tidak terbiasa bicara dengan retorika berlebih untuk meyakinkan orang, sehingga ia tampil apa adanya, sesuatu tanggung jawab Kepemimpinan yang bernilai.

Karena mengutip kata Abraham Lincoln Presiden Amerika yang legendaris, tugas terbesar kepemimpinan adalah mendengarkan, disinilah nilai lebih seorang Irjen (Purn) Syafril Nursal ia bersinar tanpa berkata kata lebih. Wallahu alam bishawab.(***)

 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah

Wabup Katamso Hadiri Arahan Nasional Jelang Perayaan Malam Pergantian Tahun Baru 2026

  TANJABBAR - Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti araha

Advertorial

16 Advokat DPN Indonesia Resmi Dilantik di Pengadilan Tinggi Jambi

JAMBI - Di tengah transisi besar hukum pidana nasional, Dewan Pengacara Nasional (DPN) Indonesia resmi memperkuat barisan penegak hukum di wilayah Sumatera. Se

Berita Daerah

Hidupkan Dermaga Kuala Jambi, Kapal Barang Diprediksi Ramai, KSOP Turunkan Personel

TANJAB TIMUR – Kabar baik bagi masyarakat Jambi. Aktivitas di Dermaga Kuala Jambi diprediksi akan semakin ramai dengan kedatangan kapal-kapal barang. Hal ini

Berita Daerah


Advertisement