KUALATUNGKAL – Pemkab Tanjab Barat belum pernah memberikan laporan tertulis terkait defisit anggaran tahun 2015 ke DPRD Tanjab Barat. Hal ini dikatakan Ketua DPRD Tanjab Barat, Faisal Riza ditemui infotanjab.com, di ruang kerjanya Kamis siang.
Padahal, kata Faisal Riza, pada Maret lalu, DPRD telah melayangkan surat ke Pemkab Tanjab Barat untuk menunda semua kegiatan sampai ada pembahasan lebih lanjut di DPRD.
Nyatanya, hingga kini rapat mengenai defisit anggaran belum dilakukan. “Seharusnya pemkab buat surat ke DPRD terkait angka riil defisit anggaran. Setelah itu, mana saja yang dilakukan efisiensi, dan solusinya seperti apa. Tapi itu tidak dilakukan. Makanya kami menganggap semuanya normal-normal saja,” ujar Icol sapaan akrabnya.
Untuk itu, pihak legislatif memberikan kewenangan penuh kepada eksekutif untuk menjalankan program yang ada. Tetapi jika sudah memasuki pembahasan APBDP 2015, baru dewan akan bertindak.
“APBDP ada kewenangan kami, terkait anggaran. Untuk APBD murni, itu eksekutif. Soalnya, mereka tidak memberikan laporan terkait defisit anggaran,” ujar dia.
Ditambahkan Icol, semua kegiatan baik fisik dan non fisik diserahkan kepada eksekutif. Termasuk proyek GOR, itu tergantung Dinas PU untuk meneruskan atau tidak. Pihaknya tidak ikut melakukan intervensi.(*)
Editor : Andri Damanik
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna
JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata