Silaturahmi Kebangsaan di Polda Jambi, Pesan Habib Lutfi Agar Bangsa Ini Tidak Terpecah Belah


Sabtu, 22 November 2025 - 22:14:34 WIB - Dibaca: 210 kali

Habib Lutfi dalam Silaturahmi Kebangsaan dengan mengusung tema meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa guna mendukung pelayanan Polda Jambi kepada masyarakat, di lapangan Mapolda Jambi, Sabtu malam (22/11/25). / HALOSUMATERA.COM

JAMBI – Dr. (HC) Al Habib Muhammad Lutfi bin Ali Bin Hasyim Bin Yahya hadir ditengah-tengah keluarga besar Polda Jambi. Kehadiran ulama kharismatik itu memberikan pesan-pesan kepada jajaran Polda Jambi dan masyarakat Provinsi Jambi untuk semakin meningkatkan kecintaan tanah air kepada bangsa Indonesia. Pesan penting ini disampaikan Habib Lutfi dalam Silaturahmi Kebangsaan dengan mengusung tema meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa guna mendukung pelayanan Polda Jambi kepada masyarakat, di lapangan Mapolda Jambi, Sabtu malam (22/11/25).

Turut hadir dalam silaturahmi kebangsaan ini Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar, Wakapolda Jambi Brigjen Pol M Mustaqim , para PJU Polda Jambi, Gubernur Jambi Al Haris, unsur Forkompimda Provinsi Jambi, tokoh agama dan tokoh masyarakat Jambi dan warga di sekitaran Mapolda Jambi.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar dalam sambutannya mengucapkan rasa hormat atas kehadiran ulama kharismatik, Habib Lutfi dalam memberikan kesejukan di tengah-tengah keluarga besar Polri di Polda Jambi.

Irjen Krisno mengatakan, semoga dengan hadirnya Habib Lutfi dapat memberikan kesadaran kolektif bagi seluruh personil Polri di jajaran Polda Jambi dan menumbuhkan semangat sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat khususnya di Provinsi Jambi.

“ Terimakasih abah bisa hadir ditengah-tengah kami, semoga kehadiran Habib menjadi penguat tugas personil Polda Jambi dalam mengemban tugas di lapangan,” kata Irjen Pol Krisno Siregar.

Kapolda Jambi juga menegaskan, pentingnya memelihara integritas dengan sinergitas dengan seluruh tokoh agama dan ulama, elemen masyarakat dan elemen bangsa untuk menjaga bangsa ini dari perpecahan.

Terpisah, Gubernur Jambi Dr Al Haris dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada Kapolda Jambi, karena melalui kegiatan silaturahmi kebangsaan ini menunjukkan sosok Kapolda Jambi telah mencintai para ulama.

“ Kapolda Jambi adalah cinta ulama, itu luar biasa,” kata Al Haris dalam sambutannya.

Dikatakan Al Haris, Habib Lutfi merupakan sosok ulama tidak hanya bertugas untuk pribadi, tetapi dalam konsep yang lebih luas, mendoakan untuk Negara, untuk bangsa ini.

“ Saya pribadi, bangga beliau bisa hadir di Jambi. Semoga beliau bisa terus mengemban amanah dan kita juga mendoakan agar Polda Jambi bisa menjaga situasi kamtibmas yang aman dan damai di Provinsi Jambi, ujar Al Haris.

Dr (HC) Al Habib Lutfi dalam tauziahnya menekankan rasa cinta tanah air diawali dari mengenal lebih jauh, saling memiliki dan timbul dari hati sanubari.

“ Tali silaturahmi sangat mengikat sekali. Kita ketahui, kita sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk bersilaturahmi, salah satunya dalam hadis silaturahmi untuk memanjangkan umur. Tali temali silaturahmi tidak bisa kita anggap enteng,” kata Habib Lutfi.

Dalam lingkup yang luas, tali silaturahmi dalam sebangsa dan se tanah air. Konsep ini ternyata sudah dilakukan oleh pendahulu-pendahulu kita, menjaga tanah air ini dari perpecahan.

“Ini dilakukan para nenek para moyang kita, bahwa bangsa kita bangsa besar bukan bangsa kecil,” kata Habib Lutfi.

Habib Lutfi mengatakan, sejauh mana pengenalan rakyat Indonesia terhadap bangsanya sendiri dan bagaimana bisa menjaga tanah air ini kalau tidak mengetahui lebih jauh dengan bangsa sendiri dan rasa saling memiliki.  “Jangan dikira takwa bukan hanya sekedar ibadah haji, puasa dan sebagainya. Tapi menjaga tanah air ini juga bagian dari takwa,” ujar Habib Lutfi.

“Contoh kecil, kita sering menyanyikan lagu kebangsaan, tapi hanya sekedar menyanyi karena terikat aturan. Padahal lagu kebangsaan itu ada Ikrar, ada pernyataan, dan itu harus keluar dari lubuk hati, bukan sedar keluar dinyanyikan begitu saja. Hormati lagu kebangsaannya sendiri. Orang lain akan melihat, jangan main-main lu sama  bangsa Indonesia. Bagaimana lagu kebangsaan bisa berwibawa, sementara kita tidak bisa mengangkatnya, karena hanya mengikuti peraturan,” tegas Habib Lutfi.

Diakhir tauziahnya, Habib Lutfi berpesan, ketahanan dan pertahanan Nasional bukan hanya terletak pada TNI dan Polri. Tapi seluruh masyarakat Indonesia juga bagian dari ketahanan dan pertahanan Nasional.

Perpecahan bangsa, kata Habib, bisa dengan mudah dilakukan, salah satunya menanamkan kebencian terhadap pemerintahnya, menjauhkan bangsanya dari tokoh agamanya, sehingga mudah untuk dipecah belah.

“ Intinya mempertahankan bangsa ini adalah dengan menumbuhkan Cinta. Rasullullah tidak pernah membuka aib umatnya, sahabatnya. Dan sekarang ada oknum oknum yang mulai menanamkan ketidakpercayaan terhadap pemerintahnya, agar bangsa ini nanti mudah dihancurkan,”

Wahai bangsaku, yang kubanggakan apakah rela bangsa ini dipecah belah? Tanya Habib Lutfi di akhir ceramahnya.(*)

 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Sungai Merlung Meluap, Polsek Merlung Siapkan Skema Pengalihan Arus Balik Nataru

TANJAB BARAT – Luapan air Sungai Merlung mulai menggenangi badan jalan di Lintas Timur Sumatera, tepatnya di KM 120, Kelurahan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabu

Berita Daerah

Kapolres Tanjabbar dan Jajaran Polsek Merlung Tinjau Lokasi Banjir, Berikan Imbauan Keselamatan

MERLUNG – Jajaran Polsek Merlung melakukan monitoring intensif terhadap kenaikan debit air di sejumlah titik rawan banjir di wilayah hukum Kecamatan Merlu

Berita Daerah

Albert Chaniago Sebut Ada Bagian Retak di Pintu Air Parit 10 dan Kini Diaudit Khusus BPKP

TANJABBAR – Polemik Mega Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar terus bergulir. Proyek senilai Rp 4 miliar tersebut kini sedang diau

Berita Daerah

Sorotan Proyek Pintu Air Rp 4 M, Ini Tanggapan Ketua DPRD Tanjabbar

TANJABBAR – Ketua DPRD Tanjab Barat Hamdani SE mengaku kaget besaran anggaran proyek pintu air Parit 10 Desa Tungkal I senilai Rp 4 Miliar. Disampnig itu,

Berita Daerah

Proyek Pintu Air Rp 4 M Disorot Sejak Tender, Kini Sedang di Audit BPK RI?

TANJABBAR – Proyek Pintu Air yang menelan anggaran Rp 4 Miliar di Parit 10 Desa Tungkal I disorot. Proyek ini dianggarkan melalui Dinas PUPR Tanjabbar ber

Berita Daerah


Advertisement