Syahbandar Anggap WFC Ganggu Lalulintas Sungai


Rabu, 04 November 2015 - 23:21:11 WIB - Dibaca: 2952 kali

Sejumlah Speedboat Nambat di Pelabuhan LLASDP, Tak Jauh dari Lokasi Pembangunan Water Front City.(IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Pembangunan Water Front City (WFC) kembali menuai kontroversi. Sebab, keberadaan jembatan yang dibangun dengan anggaran Rp 110 miliar ini terlalu menjorok ke tengah Sungai Pengabuan.

Sementara itu, di pihak lain, WFC salah satu tempat rekreasi warga Kualatungkal dan luar kota. Selain dijadikan tempat bersantai, ada juga warga menghabiskan waktu untuk memancing di jembatan terpanjang di Tanjabbar ini.

Sorotan soal pembangunan WFC dilontarkan Junaidi Koto, salah satu pegawai di Kantor Syahbandar Kualatungkal. Kepada wartawan, Junaidi mengatakan, pembangunan WFC terlalu menjorok ke tengah sungai. Dia khawatir, mengganggu lalulintas di sungai tersebut.

"Jelas kalau kapal besar lewat bisa kandas  saat air surut karena sebagian bawah sungai dangkal, lagian sungai kita juga kecil, "ujar Junaidi Koto belum lama ini .

Disamping itu, kata Junaidi, pada saat pembangunan, Pemkab Tanjabbar tidak pernah berkoordinasi dengan Syahbandar, terkait dampak lalu lintas sungai dengan berdirinya mega proyek ini.

"Harusnya Pemda Kordinasi ke kita sebab ini menyangkut pengamanan alur lalulintas perairan itu sendiri,"ucapnya.

Pihaknya ada rencana, mempertanyakan soal ini ke Pemkab Tanjabbar. "Kita akan rapatkan nanti, begitu juga dengan Pemda sebab kita khawatirkan, ini dapat menganggu alur lalulintas perairan," ungkapnya.

Menanggapi ini, Bupati Tanjungjabung Barat, Usman Ermulan ‎meminta pihak Pelindo tidak perlu ikut campur dalam urusan ini dan lebih baik mengurus masalahnya sendiri.

Menurut Usman, pembangunan WFC, selain untuk tempat wisata juga bertujuan untuk melindungi bangunan-bangunan yang menjulang tinggi di sepanjang tepi Sungai Pengabuan, khususnya dalam Kota Kualatungkal.

"Orang menyebut pemecah ombak. Seperti yang dibangun oleh Provinsi Jambi di Kampung Nelayan," sebut Usman.

Soal tidak diijinkannya pembangunan WFC sampai ke Pelabuhan Marina oleh Pelindo, Usman mengatakan, masalah tersebut adalah ‎urusan pemkab dengan Pelindo.

"Itu urusan kita dengan Dirut pelindo. Tapi tunggulah pansus pelindo nanti. Biar tahu hitam putihnya,"tegas Usman.(*)

Penulis : Edison

Editor   : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Hadir di Rakor Lintas Sektoral, Hamdani: Dukung Kelancaran Operasi Ketupat 2026

TANJABBAR - Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hamdani, S.E., menghadiri undangan persiapan pengamanan yang digelar secara virtual dari Mabes Polri pada

Advertorial

Ketua DPRD Hamdani Turut Sambut Kunjungan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol

TANJABBAR - Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hamdani, S.E., menghadiri sekaligus menyambut kunjungan kerja Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) X

Advertorial

DPRD Tanjabbar Gelar Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati 2025

TANJABBAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar Rapat Paripurna Pertama Tahun 2026. Rapat paripurna tersebut dipimpi

Advertorial

Wakil Ketua II DPRD Tanjabbar Dampingi Fasha Safari Ramadhan, Berikan Santunan ke Panti Asuhan

TANJABBAR – Dalam rangka Safari Ramadhan Anggota DPR RI Syarif Fasha ke Kabupaten Tanjabbar,   Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Bara

Advertorial

Ketua DPRD Tanjabbar Dampingi Wabup Rapat Penyelesaian Tapal Batas di Kemendagri

JAKARTA – Memastikan penyelesaian konflik tapal batas antara Kabupaten Tanjabbar dan Tanjabtim, Ketua DPRD Tanjabbar Hamdani turut mendampingi Wakil Bupati Ta

Advertorial


Advertisement