TUNGKAL ULU – Biasanya M Yazid Siregar (63) pulang dari kebun sekitar pukul 14.00. Sampai pukul 15.00, abang kandung Bupati Tanjabbar ini tak juga kembali ke kediamannya. Merasa aneh, istrinya pun menyuruh seseorang melihat keadaannya di kebun, di Dusun Sungai Langir, Desa Badang, RT 05, Kecamatan Tungkal Ulu. Tak disangka, bapak enam anak ini tewas bersimbah darah dengan posisi duduk di dekat pohon sawit.
Sekitar pukul 16.00 Rabu sore (29/6) kabar tewasnya abang Bupati Safrial beredar. Sore itu juga, Bupati Safrial meluncur ke Tungkal Ulu.
“Sore tadi langsung ke Ulu, gitu dapat kabar,” kata B Simanjuntak, orang terdekat almarhum ditemui infotanjab.com, Rabu malam.
Dia juga mengaku kaget dengan kepergian Yazid. Menurut kabar yang dia peroleh, ada luka bagian dada dan paha.
“Pokoknya informasi yang saya peroleh, ada luka di bagian dada, perut dan paha,” kata pengurus di PDI Perjuangan Tanjabbar ini.
Informasi yang diperoleh Rabu malam, tim dari Polda Jambi dan Polres Tanjabbar langsung menuju TKP, guna melakukan penyelidikan atas tewasnya abang Bupati Tanjabbar ini.
Sempat dilakukan visum di puskesmas terdekat, dan polisi juga telah mengamankan barang bukti di lokasi. Diantaranya, handphone milik korban, sebilah parang, sepeda motor revo milik korban. (*)
Editor : Andri Damanik
JAMBI – Perjalanan karier RB (46) sebagai aparatur sipil negara (ASN) di institusi pemasyarakatan kembali menjadi sorotan. Setelah beberapa kali dikaitkan
Oleh: Dr. Mochammad Farisi, LL.M Dosen FH UNJA & Direktur Pusat Kajian Demokrasi dan Kebangsaan (Pusakademia) Pemandangan penegakan hukum kita belakangan ini m
JAMBI - Tiga advokat dari Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Siginjai, yakni Firmansyah, Yuskandar, dan Nofriyanto, secara resmi telah mengajukan surat keberata
JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar S.I.K., M.H., membuka langsung Rakernis Fungsi Intelkam Polda Jambi dan jajaran, di Aula Balai Bhayangkara Sigi
TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar nai