Tujuh Terduga Teroris Ditangkap di Empat Provinsi dalam Sepekan Terakhir


Selasa, 10 November 2020 - WIB - Dibaca: 189 kali

Penyergapan Teroris oleh Densus 88, Antiteror Polri.(ilustrasi/net) / HALOSUMATERA.COM

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap tujuh terduga teroris di empat provinsi dalam sepekan terakhir.

Penangkapan dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya aksi teror di Indonesia.

"Pada tanggal 6, 7 dan 8 November 2020 Densus 88 Antiteror Polri telah melaksanakan preventive strike di empat wilayah sebagai bentuk atau upaya pencegahan sebelum terjadinya tindak pidana terorisme," kata Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (9/11) sebagaimana dilansir dari Antarasumut.

Keempat wilayah tersebut yakni Lampung, Sumatera Barat, Batam (Kepulauan Riau) dan Banten.

Empat terduga teroris yang ditangkap di Lampung yaitu SA (36), S (45), I (44) dan RK (34) diduga terlibat dalam kelompok Jamaah Islamiah (JI).

Keempatnya diamankan dari berbagai daerah di Provinsi Lampung, yaitu Kota Metro, Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pringsewu.

Densus juga menangkap AZ (45) yang diduga terlibat dalam jaringan JI di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. "AZ sebagai Ketua JI wilayah Barat," ungkap Awi.

Sementara Densus 88 juga menangkap dua orang terduga teroris yaitu AD (39) dan MA (34) karena diduga terlibat dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Keduanya ditangkap di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat dan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Dari pemeriksaan sementara, MA dan AD merupakan kakak beradik yang berencana untuk melakukan aksi amaliyah dengan menggunakan senjata dan bom.

"Ada komunikasi antara AD dan adiknya, Saudara MA membahas serbuk putih bahan pembuatan bom," ujarnya.

Para terduga pelaku dijerat dengan Pasal 15 Jo Pasal 7 dan Pasal 13 huruf c UU No. 5 Tahun 2018 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Terorisme dengan ancaman pidana penjara paling lama seumur hidup.

Sementara MA dan AD juga dikenakan pasal tambahan yakni Pasal 1 ayat 1 UU Darurat No.12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api/ amunisi dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.(*/ant)

Sumber: Antarasumut




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Tiba di Pematang Jering, Al Haris Disambut Heboh Emak-emak

JAMBI - Calon Gubernur Jambi nomor urut 3, Al Haris, sore Sabtu (28/11/2020), tiba di Desa Pematang Jering, Jaluko, Muaro Jambi. Di acara pernikahan keluarga s

Pilkada 2020

Lawatan Politik di Desa Teluk Rendah Ilir, Abdullah Sani Kenang Kukerta

JAMBI - Masih di Kabupaten Tebo, calon wakil gubernur Jambi nomor urut 3 Abdullah Sani melanjutkan lawatan politiknya bersilaturahmi dengan warga di Desa Teluk

Pilkada 2020

Tabrak Truk yang Sedang Parkir, Dua Penumpang Mobil Inova Tewas di Tempat

TANJABTIM (halosumatera.com) - Mobil travel jenis Toyota Kijang Inova dengan nomor polisi BH 1207 TC tabrakan dengan truk fuso bernomor polisi BK 9624 BY, yang

Peristiwa

Upah Pelipatan Surat Suara Pilgub Rp 100, Pilbup Tanjabtim Rp 75 per Lembar

TANJABTIM (halosumatera.com) - KPU Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mengerahkan 30 petugas dari masyarakat sekitar, untuk menyortir dan melipat surat

Pilkada 2020

Manager PLN Muarasabak Minta Oknum Instalatir Kembalikan Uang Warga Parit Jawa Timur

TANJABTIM (halosumatera.com) – Puluhan warga di RT 20, Parit Jawa Timur, Dusun Beringin, Desa Sungai Beras Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjabtim me

Berita Daerah


Advertisement