13 Jemaah Umrah Positif Covid-19, Menteri Agama Akui Kecolongan


Rabu, 18 November 2020 - WIB - Dibaca: 52 kali

Menag Fachrul Razi rapat dengan Komisi VIII DPR. (FOTO: detikcom) / HALOSUMATERA.COM

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengungkap rincian mengenai 13 jemaah umroh yang positif COVID-19. Menag Fachrul mengakui kementeriannya sempat kecolongan.

Fachrul menjelaskan 13 jemaah umroh tersebut merupakan bagian dari proses pemberangkatan umroh gelombang pertama dan gelombang kedua. Hal ini diungkapkannya dalam rapat Komisi VIII di ruang rapat Komisi VIII, Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (18/11/2020), dilansir dari detik.com.

"Kemudian masalah pembenahan masalah umroh. Kami setuju sekali saya bisa katakan kalau yang (gelombang) pertama, (gelombang) kedua tuh adalah kita kecolongan, tapi yang ketiga sudah mulai lebih baik ya. Selanjutnya mudah-mudahan tidak akan terjadi lagi kecolongan. Kalau kecolongan terus kan kebangetan," kata Fachrul.

"Tapi yang jelas. Yang (gelombang) pertama. Yang (gelombang) kedua, kita harus akui, kita kecolongan ya," sambungnya.

Menag Fachrul menjelaskan, otoritas Kerajaan Arab Saudi melakukan juga melakukan tes swab kepada para jemaah umroh yang tiba di Arab Saudi. Rinciannya, ditemukan sebanyak 13 jemaah terkonfirmasi positif COVID-19.

Pada pemberangkatan umroh gelombang pertama tanggal 1 November 2020, ada 8 jemaah yang positif COVID-19. Kemudian, pada gelombang kedua, ditemukan 5 orang positif COVID-19. Sedangkan, tak ada yang terpapar Corona saat pemberangkatan umroh gelombang ketiga.

"Hasil tes pemberangkatan tanggal 1 November 2020 terkonfirmasi positif Covid sebanyak 8 orang. Tanggal 3 November 2020 terkonfirmasi positif Covid sebanyak 5 orang, dan tanggal 8 November 2020 tidak ada yang terkonfirmasi Covid," ujar Fachrul.

Lebih lanjut, dari total 13 jemaah yang positif COVID-19, sebanyak 3 orang sudah kembali ke Tanah Air. Sementara 10 lainnya masih dikarantina di Arab Saudi.

"Dari 13 orang yang positif, 3 diantaranya sudah kembali ke Indonesia. 10 orang masih karantina di Saudi Arab," katanya.

Menag Fachrul kemudian mengungkapkan hasil evaluasi atas kejadian tersebut. Pertama, ia mengatakan para jemaah tidak melakukan karantina mandiri sebelum berangkat umroh.

"Jemaah berangkat umroh tanpa ada karantina terlebih dahulu. namun langsung berkumpul pada hari keberangkatan di Bandara Soetta," kata Fachrul

Kemudian, Menag Fachrul mengatakan para jemaah melakukan tes PCR swab yang mepet dengab waktu keberangkatan umroh. Menurutnya, hal ini membuat hasil swab belum keluar saat jemaah hendak berangkat.

"Jemaah melakukan tes PCR atau swab mepet dengan waktu keberangkatan dan pada satu laboratorium, sehingga pada saat akan berangkat PCR dan swabnya belum keluar," ujarnya.(*)

Sumber: detik.com




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Tiba di Pematang Jering, Al Haris Disambut Heboh Emak-emak

JAMBI - Calon Gubernur Jambi nomor urut 3, Al Haris, sore Sabtu (28/11/2020), tiba di Desa Pematang Jering, Jaluko, Muaro Jambi. Di acara pernikahan keluarga s

Pilkada 2020

Lawatan Politik di Desa Teluk Rendah Ilir, Abdullah Sani Kenang Kukerta

JAMBI - Masih di Kabupaten Tebo, calon wakil gubernur Jambi nomor urut 3 Abdullah Sani melanjutkan lawatan politiknya bersilaturahmi dengan warga di Desa Teluk

Pilkada 2020

Tabrak Truk yang Sedang Parkir, Dua Penumpang Mobil Inova Tewas di Tempat

TANJABTIM (halosumatera.com) - Mobil travel jenis Toyota Kijang Inova dengan nomor polisi BH 1207 TC tabrakan dengan truk fuso bernomor polisi BK 9624 BY, yang

Peristiwa

Upah Pelipatan Surat Suara Pilgub Rp 100, Pilbup Tanjabtim Rp 75 per Lembar

TANJABTIM (halosumatera.com) - KPU Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mengerahkan 30 petugas dari masyarakat sekitar, untuk menyortir dan melipat surat

Pilkada 2020

Manager PLN Muarasabak Minta Oknum Instalatir Kembalikan Uang Warga Parit Jawa Timur

TANJABTIM (halosumatera.com) – Puluhan warga di RT 20, Parit Jawa Timur, Dusun Beringin, Desa Sungai Beras Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjabtim me

Berita Daerah


Advertisement