JAMBI - Al Haris, Calon gubernur Jambi yang diusung PAN, PKS dan PKB dalam perjalannya mengunjungi desa-desa di bantaran sungai Batanghari, Senin (16/11) menyempatkan ziarah ke Makam Raja Melayu Jambi di tepi Sungai Batanghari.
Calon gubernur nomor urut 3 beserta rombongan ziarah ke makam Rangkayo Hitam usai mengunjungi Desa Manis Mato, Desa Londerang dan Rondang di Muaro Jambi.
Masih menggunakan perahu bermesin Al Haris ke makam Rangkayo Hitam di Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Di makam Raja Melayu Jambi ini Al Haris juga mendoakan pendahulu Jambi dan para mantan gubernur Jambi.
Al Haris mengatakan sengaja ke makam Rangkayo Hitam selain ziarah juga melihat kondisi cagar budaya makam raja melayu Jambi tersebut.
"Beliau (Rangkayo Hitam) ini punya sejarah yang luar biasa untuk Jambi, beliau putra Datuk Paduka Berhala, beliau salah satu pejuang dan pembawa agama Islam ke Jambi. Kita juga melihat makamnya seperti apa, pemerintah punya wacana untuk merehap makam itu sehingga layak dikunjungi masyarakat. Kondisi saat ini cukup bagus dan perlu kedepannya saya kira di rehap lagi," kata Al Haris.
Usai ziarah, Al Haris mengatakan semoga ia dapat melanjutkan perjuangan dan cita-cita para pemimpin Jambi untuk membangun bumi sepucuk Jambi sembilan lurah.(*)
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna
JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata