Biaya Produksi Air Parit Panting Tinggi, Lima Kali Lipat dari Tarif Dasar


Selasa, 07 Februari 2017 - 09:20:12 WIB - Dibaca: 1779 kali

Instalasi Pengolahan Air Baku di Parit Panting, Bram Itam.(IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL - Biaya produksi air Parit Panting yang dikelola PDAM Tirta Pengabuan terbilang besar. Jika dikalkulasikan, bisa lima kali lipat dari tarif air Rp 1.500 per kubiknya.

Hal ini dibenarkan Direktur PDAM Tirta Pengabuan, Ustayadi Barlian saat dihubungi infotanjab.com, Selasa pagi.

Kata Ustayadi, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Parit Panting, masih difungsikan. Sementara IPA yang lama, persis di pinggir jalan, tidak difungsikan lagi.

"Kalau IPA yang baru, yang di belakang masih beroperasi. Walaupun biaya produksi cukup besar," kata mantan anggota DPRD Tanjabbar ini.

Besarnya biaya produksi, PDAM Tirta Pengabuan terpaksa disubsidi oleh pemerintah daerah. Tahun ini sekitar Rp 5 miliar lebih, sokongan dana dari pemerintah daerah. Subsidi ini diakui Ustayadi, menurun dari tahun sebelumnya, yang jumlahnya berkisar Rp 7 miliar per tahun.

"Biaya subsidi ini termasuk biaya produksi, pemeliharaan, gaji personil dan sebagainya," ungkap Ustayadi.

Dia berharap, dengan dibangunnya Intake Tebing Tinggi, kedepannya bisa terhubung ke Kualatungkal. Sebab, dengan kualitas sumber baku yang layak dan bisa dikonsumsi, PDAM secara bertahap akan menaikkan tarif PDAM, agar bisa mandiri tanpa disubsisi oleh Pemkab.

"Kalau sekarang dinaikkan tidak mungkin. Kita sadar, pelayanan belum maksimal. Apalagi air yang disalurkan ke pelanggan belum layak untuk konsumsi. Kita berharap, sumber baku yang di Teluk Pengkah bisa dialirkan ke Tungkal, supaya kualitas air yang kita kelola bisa layak minum," ujar Yadi sapaan akrabnya.

Mengenai jaringan dalam kota, baru terbangun 50 persen. Sementara instalasi lama, sudah 80 persen diganti dengan instalasi baru.

"Instalasi induk baru 50 persen, kalau pipa lama yang terhubung ke pelanggan, sudah hampir semua diganti yang baru. Untuk jalur yang belum terkoneksi, sebagian besar di wilayah pasar, Tungkal Harapan, Kampung Nelayan, Jalan Bahagia dan sekitarnya," ungkap dia.

Ditambahkan Yadi, saat ini pelanggan PDAM jumlahnya bertambah, setidaknya tercatat 3.000 pelanggan. Kata dia, setiap hari selalu ada sambungan baru.

"Ya kita harapkan, PDAM bisa mengelola air dari sumber baku yang lebih baik, agar bisa layak minum," tutur dia.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas PU Ria Sukrianto saat dikonfirmasi infotanjab.com belum lama ini mengatakan, tahun ini akan dibangun Intake di Tebing Tinggi dengan anggaran Rp 32 miliar. Diharapkan, jaringan di Tebing Tinggi bisa terkoneksi ke pipa lama dan langsung ke Kualatungkal.

"Harapan kita, kalau sudah terhubung dengan Intake yang baru, pipa yang di Parit Panting bisa kita cincang untuk konek ke Kualatungkal. Tahun ini, untuk fungsional Tebing Tinggi dulu," timpalnya.(*)

Editor : Andri Damanik

 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Presisi Merdeka Balap Pompong Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat

TANJAB BARAT – Polres Tanjung Jabung Barat selaku penyelenggara utama berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sejumlah pihak penduk

Advertorial

Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kuala Indah, Bupati Anwar: Hentikan Pembakaran Lahan

TANJAB BARAT – Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs.

Advertorial

Tutup Turnamen Berkah Madani Cup II, Ini Pesan Bupati Tanjabbar

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi menutup Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup II PBSI Tanjung Jabung Bar

Advertorial

Sambut HUT RI ke-81, Ditintelkam Polda Jambi Bagi-bagi Ribuan Bendera Merah Putih

JAMBI - Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke- 81 Tahun 2026, Ditintelkam Polda Jambi bersama jajaran Ditlantas, Polresta Jambi membagikan bendera merah putih kepada

Berita Daerah

Tokoh Muda NU Batanghari Resmi Pegang Kendali PWNU Jambi sebagai Ketua Tanfiziah Sementara

JAMBI - Pasca dibekukannya kepengurusan PWNU Jambi hasil konferwil tahun 2025 oleh Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) pada 30 Juli 2026, PBNU sekaligus menun

Berita Daerah


Advertisement