Gelar Adat kepada Syafril Nursal sebagai Depati Kuning Ijayo Simangku Bumi


Minggu, 01 November 2020 - WIB - Dibaca: 778 kali

Proses Gelar Adat kepada Calon Wakil Gubernur Jambi Nomor Urut Dua, Syafril Nursal.(*) / HALOSUMATERA.COM

JAMBI - Terkagum-kagum mungkin itulah kata yang patut diungkapkan saat melihat penyambutan masyarakat Desa Koto Tuo Kecamatan Depati Tujuh saat kedatangan Sang Jendral. 

Selain disambut puluhan bapak-bapak berpakaian adat, Syafril Nursal, yang saat ini merupakan calon wakil gubernur Jambi nomor urut dua, juga disambut tarian sekapur sirih oleh anak gadis Desa Koto Tuo.

Saat akan menuju rumah adat, Syafril Nursal yang menggenakan pakai adat diarak oleh anak jantan dan anak batino Desa Koto Tuo. Selain dipayungi, juga terlihat emak-emak, tua dan muda berpakaian seragam sepanjang perjalanan memainkan rebana dan marhaban.

Kedatangan Syafril Nursal di Rumah Adat Koto Tuo, Kecamatan Depati 7 ini ialah untuk menerima Gelar Adat sebagai Depati Kuning Ijayo Simangku Bumi.

Acara pengukuhan gelar adat terhadap Syafril Nursal itu dilakukan langsung oleh  Ketua Adat, Anggota Adat Depati Kuning Ijayo Simangku Bumi, di Rumah Adat Desa Koto Tuo, Minggu (1/11/2020).

Usai dikukuhkan, Syafril Nursal mengatakan bbahwa ia mengucapkan terimakasih dan berbangga atas gelar adat yang diberikan oleh tokoh adat Desa Koto Tuo. 

"Saya merasa bangga sekali sebagai orang Kerinci, saya datang ke sini untuk bersilaturahmi dengan masyarakat, di sini ternyata saya diberikan gelar adat diangkat menjadi tokoh adat sini. Saya bersyukur," kata Syafril Nursal.

Syafril juga berharap, dengan adanya adat istiadat yang kuat di masyarakat ini dapat memberikan kehidupan sosial di dalam masyarakat. Sehingga, setiap ada persoalan bisa diselesaikan secara musyawarah dengan mengedapankan cara-cara yang beradat.

"Kenapa saya merasakan bahwa negeri kita ini masih memegang adat yang kuat. Ini mudah-mudahan dengan melalui adat yang kuat ini akan memberikan kehidupan sosial di dalam masyarakat kita yang lebih baik dimana mereka bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik sama-sama mereka yang melalui tentu tokoh-tokohnya Depati ninik mamaknya. Itu saya berpikir ke depan fungsi dari tokoh adat dan adat itu harus kita kembalikan, kita revitalisasi kembali karena ini akan memberikan dukungan bagi pembangunan kita," ujarnya.

"Jadi tidak semua persoalan itu harus dilaporkan kepada polisi, diselesaikan oleh aparat penegak hukum. Tapi, ada persoalan-persoalan yang  bisa diselesaikan di level masyarakat itu sendiri, oleh tokoh-tokoh terutama tokoh adat," pungkas Syafril Nursal.(*/tim)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Bupati Anwar Sadat Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Pelaku Usaha Berikan Data Akurat

?TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi membuka kegiatan Pencanangan dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang di

Advertorial

Memprihatinkan, Bupati Tanjabbar Bantu Pembangunan di Madrasah Syuhada UI Imam Desa Adi Purwa

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau langsung kondisi Madrasah Diniyah Syuhada Ul Iman di Desa Adi Purwa, Kecamata

Advertorial

Tinjau Pekerjaan Jalur 2 Merlung, Bupati Minta Camat dan Warga Awasi Kendaraan Melebihi Tonase

TANJAB BARAT - Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau pekerjaan peningkatan jalan jalur dua Merlung, Jumat 12 Juni 2026. Sebelumya, jalur ini

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Sampaikan Nota Pengantar Ranperda Pertanggungjawaban Apbd 2025

TANJAB BARAT - Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Wakil Bupati Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menghadiri Rapat Paripurna Perta

Advertorial

1 Muharram 1448 H, Bupati Anwar Sadat Hadiri Haflah Tasyakur Al Baqiyatush Shalihat

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat,

Advertorial


Advertisement