HALOSUMATERA.COM – Isu miring soal jual beli paket proyek di tahun 2021 meresahkan rekanan. Apalagi kondisi pandemi saat ini, setidaknya ada ratusan perusahaan lokal membutuhkan pekerjaan yang didanai APBD.
Seperti yang disampaikan Wakil Ketua BPC Gapensi Tanjabbar, Zulfahmi ST kepada halosumatera.com, Sabtu 30 Januari 2021, menanggapi isu jual beli proyek yang beredar saat ini, dirinya berharap hal tersebut tidak benar.
“Hal ini tentu sangat disayangkan jika benar-benar ada. Sekali lagi saya sangat berharap isu-isu tersebut tidak benar. Karena dalam kondisi maraknya covid-19 ini, banyak perusahaan lokal khususnya yang ada di bawah naungan BPC Gapensi Tanjab Barat mengalami kesulitan perekonomian,” kata Zulfahmi kepada halosumatera.com, Sabtu (30/1/21).
Zulfahmi berharap, Pemkab Tanjabbar mampu lebih optimal dalam bekerja sama dengan pengusaha lokal untuk membantu peningkatan perekonomian saat ini, terlebih di masa pandemi.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Tanjabbar, Ir Andi Achmad Nuzul kepada halosumatera.com via pesan WhatsApp, Sabtu 30 Januari 2021, membantah adanya dugaan jual beli proyek di lingkup dinas yang dia pimpin.
“Tdk benar... blum ada yg diluncurkan. Ada pejabat pengadaan yg sdh ditetapkan tp blum di launching. Dokumen nya blum lengkap,” tulisnya dalam pesan WhatsApp.(*/nik)
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna
JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata