Opsi Mukhlis-Supardi Atasi Krisis Listrik

Kembangkan Listrik Skala Desa dan Fasilitasi PLN Tuntaskan Gardu Induk


Minggu, 01 November 2020 - WIB - Dibaca: 1232 kali

Drs H Mukhlis M Si dan Supardi saat Blusukan ke Desa.(*/dok) / HALOSUMATERA.COM

TANJABBAR (halosumatera.com)Kabupaten Tanjabbar tak lepas dari persoalan listrik. Meski ada pembangkit swasta yang menyuplai di Tanjabbar, nyatanya PLN masih mengandalkan GI Sabak sebagai sumber utama energi listrik di Tanjabbar.

Hal ini tentu menjadi “pekerjaan rumah” bagi pemimpin Tanjabbar kedepan. Tidak hanya beretorika namun perlu kerja sama yang baik antara PLN dan pemerintah daerah.

Sebagaimana diketahui, Tanjabbar dipasok dua pembangkit swasta yang bekerja sama dengan PLN, yakni PLTMG Purwodadi menyuplai wilayah ulu, dan PLTG TJP Pematang Lumut untuk wilayah ilir dibantu GI Sabak.

Kebutuhan riil listrik di Tanjabbar saat ini sekitar 19 MW, dan akan bertambah kebutuhan listrik lagi jika 18 desa seberang terkoneksi. Perkiraan tambahan daya untuk wilayah seberang antara 3-5 MW, untuk 8.000 pelanggan di tiga kecamatan Seberang Sungai Pengabuan.

Persoalan Gardu Induk di Sei Saren juga terhenti pembangunannya sejak 2019 lalu, lantaran terpengaruh Pandemi Covid-19 dan persoalan keuangan.

Dari 219 tower yang akan menghubungkan jaringan interkoneksi ke GI Sei Saren di Kabupaten Tanjabbar, baru 110 unit yang terbangun, sisanya harus menunggu progres, dari UPPJ PLN Jambi.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius dari Calon Bupati Tanjabbar Drs H Mukhlis M Si. Mantan Sekda Tanjabbar ini memahami jika Tanjabbar kekurangan daya. Kendala lainnya, suplai listrik di Kualatungkal khususnya, dipasok dari tempat yang jauh, seperti PLTG TJP dan Gardu Induk.

“Kami yakin ini bisa terpecahkan Insya Allah. Untuk kurangnya daya Insya Allah kami akan upayakan adanya investasi untuk listrik ini. Kami (Mukhlis- Supardi) akan usahakan investasi tapi karena ini menjadi kewenangan PLN, maka koordinasi sangat diperlukan utk investasi ini,” kata Mukhlis.

Cabup nomor urut tiga ini menambahkan, langkah kedua yang akan dikembangkan adalah listrik skala desa untuk mengurangi beban PLN yang harus mensuplai daya 19 MW.

“Jika desa-desa mampu memenuhi kebutuhannya sendiri maka kekurangan daya akan berkurang. Insya Allah ada juga pihak ketiga yang bisa bekerja sama dengan desa. Ke depan kami berharap desa-desa bisa menjadi lumbung-lumbung energi di Tanjab Barat,” ujar Mukhlis.

Kedepannya, jika diamanahkan masyarakat Tanjabbar, Paslon BEDA ini akan fasilitasi kendala yang dihadapii PLN dalam pembangunan GI di Tanjab Barat ini.

“Insya Allah, kita akan fasilitasi. Pemerintah harus proaktif untuk persoalan listrik di Tanjabbar,” tutup mantan Direktur Sarpras di Kemendes RI ini.(***)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah


Advertisement