Kesurupan Massal di SMKN 1 Kualatungkal, Siswa-siswi Dipulangkan


Selasa, 09 Agustus 2016 - 19:58:10 WIB - Dibaca: 4402 kali

Kesurupan Massal di SMKN1 Kualatungkal, Selasa (9/8). / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL - Kesekian kalinya, aktivitas belajar di SMKN 1 Kualatungkal terganggu, lantaran sejumlah siswa kelas X mengalami kesurupan massal. Kejadiannya sekitar pukul 11.00, Selasa, membuat geger siswa di sekolah kejuruan itu.

Pihak sekolah pun berinisiatif memulangkan siswa lebih awal.

Santi, salah seorang guru mengaku tidak tahu penyebab anak didiknya ‎sampai berteriak dan bahkan ada yang menangis.

"Tidak tau juga apa sebabnya. Saat itu kita sedang belajar di dalam kelas, tiba-tiba para siswi ini ‎berteriak sekuat-kuatnya dan menangis," terangnya sembari berusaha membopong salah seorang siswi.

‎Kata dia, para siswi mengalami hal tersebut tidak terjadi dalam satu ruang kelas, melainkan menular ke ruangan lainnya.

"Yang kena itu siswi semua. Ada lima orang siswi yang kesurupan, mereka semua siswi kelas X. Kesurupannya di kelas, berbeda-beda kelas. Ada yang di kelas multimedia, tata busana dan Akutansi," katanya.

Setelah mendapat perawatan siswi kemudian sadar. Namun tiba-tiba siswi lainnya ikut ketakutan dan langsung menangis.

‪"Kami coba berikan pertolongan dengan doa. Kemudian sadar dan kami bawa ke dalam ruangan. Tiba-tiba tidak beberapa lama siswi lainnya ikut kesurupan, mereka yang kesurupan, Siska, Dila Riski, dan nama putri ada dua orang," ungkapnya.‬

‪Pantauan di lapangan, para guru di sekolah yang melihat siswa-siswi kesurupan pun ikut panik, sembari mencoba untuk menenangkan situasi. Sementara para orang tua yang telah dihubungi pihak sekolah langsung datang untuk menjemput anaknya yang kesurupan, sedangkan para siswa-siswi lainnya dipulangkan lebih awal.‬

Terpisah, ‎Tersang Sipan paranormal yang dimintai bantuan oleh pihak sekolah menyebutkan bahwa di beberapa ruang kelas di SMKN 1 ini adalah tempat tinggal para mahluk astral.

‎Para mahluk halus ini mengusik para siswa karena dianggap telah mengganggu tempat tinggalnya.

"‎Kalau dilihat dengan kasat mata, semuanya memang seperti biasa. Tapi di alam mereka (mahluk halus,red) ini adalah rumah mereka," tutur pria yang akrab di sapa Pak De Gondrong ini.

‎Laki-laki yang mengaku asli Jawa ini menjelaskan bahwa kejadian ini bukanlah kali pertama. Sebelum-sebelumnya kasus serupa sudah pernah terjadi di SMKN 1 ini.(*)

Penulis : Edison

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Sekolah Jadi Sorotan Jelang Eksekusi, Mahmud: Kami Siap Hibahkan Tanah untuk Pendidikan

BATANGHARI – Polemik rencana eksekusi lahan sekitar 1.300 hektare di Kabupaten Batanghari kembali memanas. Kali ini, perhatian publik tertuju pada beredar

Hukum & Kriminal

Bupati Anwar Sadat Dorong Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik di Kawasan Hutan Produksi

JAMBI – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri rapat pembahasan Rencana Pembangunan Jaringan Listrik Desa di wilayah Kabupaten Ta

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Tekankan Kepatuhan Pajak Desa untuk Wujudkan Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Ajak Masyarakat Jaga Sungai dan Kelestarian Ekosistem

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meresmikan Lubuk Larangan di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, sebagai upaya m

Advertorial

Gerak Cepat, Bupati Anwar Sadat Tinjau Karhutla di Bram Itam

TANJAB BARAT — Menunjukkan respons cepat terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., langs

Advertorial


Advertisement