Kesurupan Massal di SMKN 1 Kualatungkal, Siswa-siswi Dipulangkan


Selasa, 09 Agustus 2016 - 19:58:10 WIB - Dibaca: 4342 kali

Kesurupan Massal di SMKN1 Kualatungkal, Selasa (9/8). / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL - Kesekian kalinya, aktivitas belajar di SMKN 1 Kualatungkal terganggu, lantaran sejumlah siswa kelas X mengalami kesurupan massal. Kejadiannya sekitar pukul 11.00, Selasa, membuat geger siswa di sekolah kejuruan itu.

Pihak sekolah pun berinisiatif memulangkan siswa lebih awal.

Santi, salah seorang guru mengaku tidak tahu penyebab anak didiknya ‎sampai berteriak dan bahkan ada yang menangis.

"Tidak tau juga apa sebabnya. Saat itu kita sedang belajar di dalam kelas, tiba-tiba para siswi ini ‎berteriak sekuat-kuatnya dan menangis," terangnya sembari berusaha membopong salah seorang siswi.

‎Kata dia, para siswi mengalami hal tersebut tidak terjadi dalam satu ruang kelas, melainkan menular ke ruangan lainnya.

"Yang kena itu siswi semua. Ada lima orang siswi yang kesurupan, mereka semua siswi kelas X. Kesurupannya di kelas, berbeda-beda kelas. Ada yang di kelas multimedia, tata busana dan Akutansi," katanya.

Setelah mendapat perawatan siswi kemudian sadar. Namun tiba-tiba siswi lainnya ikut ketakutan dan langsung menangis.

‪"Kami coba berikan pertolongan dengan doa. Kemudian sadar dan kami bawa ke dalam ruangan. Tiba-tiba tidak beberapa lama siswi lainnya ikut kesurupan, mereka yang kesurupan, Siska, Dila Riski, dan nama putri ada dua orang," ungkapnya.‬

‪Pantauan di lapangan, para guru di sekolah yang melihat siswa-siswi kesurupan pun ikut panik, sembari mencoba untuk menenangkan situasi. Sementara para orang tua yang telah dihubungi pihak sekolah langsung datang untuk menjemput anaknya yang kesurupan, sedangkan para siswa-siswi lainnya dipulangkan lebih awal.‬

Terpisah, ‎Tersang Sipan paranormal yang dimintai bantuan oleh pihak sekolah menyebutkan bahwa di beberapa ruang kelas di SMKN 1 ini adalah tempat tinggal para mahluk astral.

‎Para mahluk halus ini mengusik para siswa karena dianggap telah mengganggu tempat tinggalnya.

"‎Kalau dilihat dengan kasat mata, semuanya memang seperti biasa. Tapi di alam mereka (mahluk halus,red) ini adalah rumah mereka," tutur pria yang akrab di sapa Pak De Gondrong ini.

‎Laki-laki yang mengaku asli Jawa ini menjelaskan bahwa kejadian ini bukanlah kali pertama. Sebelum-sebelumnya kasus serupa sudah pernah terjadi di SMKN 1 ini.(*)

Penulis : Edison

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

H.Saidi Disebut sebut Kontraktor Jembatan Ambruk di Senyerang, Orang Dekat Bupati?

TANJAB BARAT - Robohnya jembatan Sungai Limau RT 05, Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjabbar, Rabu (20/5/26) menimbulkan op

Berita Daerah

Dua Pekerja Jembatan Hilang di Sungai Landak, Ini Kata Ketua Komisi III DPRD Tanjabbar

TANJABBAR - Ketua Komisi III DPRD Tanjabbar Albert Chaniago menyampaikan belasungkawa atas kejadian tertimpanya dua pekerja perbaikan jembatan yang sempat hanyu

Berita Daerah

Perbaiki Jembatan Terbengkalai, Dua Pekerja Tertimpa Beton dan Hanyut di Sungai

TANJABBAR - Dua pekerja hanyut dan tenggelam setelah tertimpa material jembatan di Sungai Limau RT 05, Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang

Berita Daerah

Ketua Rim Nitahi HMB Desak APH Bertindak terhadap Terduga Perusak Hutan Adat di Tapsel

BATANG ANGKOLA – Ketua Parsadaan Rim Nitahi Haruaya Mardomu Bulung (HMB), Ahmad Kaslan Dalimunthe, Gelar Mangaraja Siombaon Parlindungan mendesak Aparat Pene

Berita Daerah

Kolaborasi Jadi Kunci, Tanjab Barat Peringati May Day 2026 dengan Semangat Kebersamaan

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 dengan penuh semangat kebersamaan antara p

Advertorial


Advertisement