MENUJU BH 1 EZ

Khawatir Pilkada Tanjabbar Tertunda


Selasa, 28 April 2015 - 17:29:23 WIB - Dibaca: 2016 kali

Ilustrasi/net / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Sejumlah warga di Kabupaten Tanjabbar khawatir Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dihelat Desember mendatang bakal tertunda. Pasalnya, sejumlah bakal calon bupati belum menunjukkan keseriusannya untuk memperebutkan kursi BH 1 EZ.

Catatan Infotanjab.com, hanya Safrial yang terlihat sungguh-sungguh mengikuti perhelatan demokrasi pada Desember mendatang. Tim dari kabupaten hingga ke desa-desa sudah terbentuk.

Sementara figur lainnya, seperti Mukhlis M Si dan Mukri masih terlihat ragu. Mukhlis malah mengikuti tes Pejabat Eselon I di Kementerian Desa, Perbaikan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI. Dia juga masih terlihat ragu, apakah memilih untuk maju sebagai calon bupati atau melanjutkan kariernya di Kementerian Desa.

“Semuanya sedang berproses, kita tunggu saja sampai bulan depan. Karena kita masih menunggu keputusan MK terkait aturan PNS yang ikut pilkada,” ujar Mukhlis baru-baru ini dikonfirmasi infotanjab.com.

Sedangkan Mukri, Kadispenda Tanjabbar sedikit mengalami kendala, lantaran belum satupun partai politik yang condong untuk mengusungnya maju Pilkada mendatang.

Namun, hal ini dibantah Kordinator Tim Relawan Mukri, Aan. Kata Aan, bakal calon bupati itu sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah parpol. Dia juga membantah, Mukri mengumpulkan KTP untuk maju melalui jalur independen.

Di pihak lain, sejumlah parpol juga malah menjagokan kader dari internal, sepertihalnya Partai Gerindra dan PAN.Gerindra dikabarkan mengutus kader sendiri, yakni Faisal Riza dan Muhammadiyah. Sedangkan PAN, muncul nama Suhatmeri SH yang dijagokan untuk maju pada Pilbup mendatang.

Salah satu Pemerhati Politik Tanjabbar, Mardan Hasibuan, mengaku khawatir jika Pilkada tahun ini akan tertunda. Menurut dia, sejauh ini sangat minim figur yang serius untuk maju pada bursa pilkada mendatang.

“Kabupaten sebesar ini sangat minim figur yang serius maju Pilkada. Ini sangat disayangkan. Saya melihat baru satu kandidat yang serius maju,” kata Mardan.

Mardan meminta kepada sejumlah parpol untuk menunjukkan eksistensinya dalam memilih kader-kader potensial pada perhelatan demokrasi Desember mendatang.

“Kalau sampai Pilkada tertunda saya pastikan, demokrasi di Tanjabbar dianggap gagal,” tutur pria berdarah Batak ini.(*)

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Sekolah Jadi Sorotan Jelang Eksekusi, Mahmud: Kami Siap Hibahkan Tanah untuk Pendidikan

BATANGHARI – Polemik rencana eksekusi lahan sekitar 1.300 hektare di Kabupaten Batanghari kembali memanas. Kali ini, perhatian publik tertuju pada beredar

Hukum & Kriminal

Bupati Anwar Sadat Dorong Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik di Kawasan Hutan Produksi

JAMBI – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri rapat pembahasan Rencana Pembangunan Jaringan Listrik Desa di wilayah Kabupaten Ta

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Tekankan Kepatuhan Pajak Desa untuk Wujudkan Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Ajak Masyarakat Jaga Sungai dan Kelestarian Ekosistem

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meresmikan Lubuk Larangan di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, sebagai upaya m

Advertorial

Gerak Cepat, Bupati Anwar Sadat Tinjau Karhutla di Bram Itam

TANJAB BARAT — Menunjukkan respons cepat terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., langs

Advertorial


Advertisement