Konflik Kotalu, Heri Juanda: Harus Ada solusi, Jangan Sampai Terjadi Pertumpahan Darah


Selasa, 09 Januari 2018 - 08:12:39 WIB - Dibaca: 2294 kali

Warga Lima Desa Kecamatan Renah Mendaluh yang Bersengketa dengan Kotalu berkumpul di Lapangan SMPN 4 Sei Rotan Merlung, Jumat Lalu. (IT) / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL - Pemerintah Kabupaten Tanjabbar harus cepat bertindak, dan mencarikan win-win solution atas konflik kotalu. Jangan sampai terjadi pertumpahan darah antar masyarakat yang bermukim di areal 4.200 ha dengan pihak koperasi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Tanjabbar Heri Juanda dihubungi infotanjab.com, Selasa pagi (8/1).

Menurut Heri, konflik kotalu cukup rumit. Meski secara legalitas, lahan tersebut diperuntukkan kepada Kotalu, namun penguasaan fisik sudah dilakukan masyarakat dari lima desa, termasuk warga pendatang.

Parahnya lagi, lanjut Heri, di pihak Kotalu sudah ada yang menjual Kartu Tanda Anggota ke pihak lain. Begitu juga di pihak masyarakat yang menggarap lahan, sudah ada yang memperjualbelikan sebagian lahan ini ke pihak lain.

Baca Juga : Sengketa Lahan Kotalu dan Warga Lima Desa, Baca Berita Ini

Jika masalah ini berlarut, Heri khawatir akan terjadi gesekan. "Harus cepatlah, duduk bersama, cari solusi yang terbaik," timpal Heri.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Ir Melam Bangun dihubungi infotanjab.com Senin malam tidak mengetahui secara persis konflik ini. Setahu dia, lahan tersebut sempat dicadangkan untuk dilepaskan dari HP menjadi APL.

"Coba tanya ke Asisten II atau Asisten I. Dulu itu memang Kawasan hutan. Sebelum itu ada pelepasan kawasan, sudah ada masyarakat yang garap, " tutur Melam.

Keterangan yang dihimpun infotanjab.com, sebelum ada pelepasan kawasan hutan dari Hutan Produksi dan Eks HPH ke Areal Pengguna Lainnya pada 2012 (2.400 ha) dan 2017 (1.800 ha), lahan ini merupakan pemberian dari PT DAS kepada Koperasi Tani Sawit Tungkal Ulu (konflik lahan 1998). Lahan ini merupakan kawasan HP KUD MARLANG dan Eks HPH PT Loka Rahayu dan eks HPH PT Sadar Nila.

Lahan ini pun diperuntukkan untuk anggota koperasi (Kotalu) yang beranggotakan warga Sungai Rotan (348 KK) dan Desa Lubuk Kambing (720 KK).

Berjalannya waktu, lepas dari kemitraan PT DAS, lahan ini tidak dikelola KOTALU dan akhirnya digarap masyarakat lima desa di Renah Mendaluh, yang totalnya ribuan jiwa. (*)

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Presisi Merdeka Balap Pompong Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat

TANJAB BARAT – Polres Tanjung Jabung Barat selaku penyelenggara utama berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sejumlah pihak penduk

Advertorial

Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kuala Indah, Bupati Anwar: Hentikan Pembakaran Lahan

TANJAB BARAT – Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs.

Advertorial

Tutup Turnamen Berkah Madani Cup II, Ini Pesan Bupati Tanjabbar

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi menutup Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup II PBSI Tanjung Jabung Bar

Advertorial

Sambut HUT RI ke-81, Ditintelkam Polda Jambi Bagi-bagi Ribuan Bendera Merah Putih

JAMBI - Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke- 81 Tahun 2026, Ditintelkam Polda Jambi bersama jajaran Ditlantas, Polresta Jambi membagikan bendera merah putih kepada

Berita Daerah

Tokoh Muda NU Batanghari Resmi Pegang Kendali PWNU Jambi sebagai Ketua Tanfiziah Sementara

JAMBI - Pasca dibekukannya kepengurusan PWNU Jambi hasil konferwil tahun 2025 oleh Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) pada 30 Juli 2026, PBNU sekaligus menun

Berita Daerah


Advertisement