KUALATUNGKAL – Seorang nelayan terkapar lemah diatas pompongnya. Darah bercucuran dari lengan sebelah kanan. Tak bisa berbuat apa-apa, Mbah Liwet (sapaan akrabnya) hanya meminta tolong kepada nelayan lain melalui telepon seluler.
Ketika itu, pompong yang dia kendarai hanyut terbawa arus. Dia kehilangan kendali. Tangannya banyak mengeluarkan darah hingga berceceran di lantai pompong.
Begitu mendapat kabar, sejumlah nelayan menyusul pria paruh baya ini. Nelayan asal Kuala Tengah ini ditemukan tengah berbaring, dengan luka robek di tangan kanannya. Pompong yang dikendarai langsung ditarik ke Kualatungkal.
“Korban sempat menelpon kami untuk minta pertolongan. Setelah mendapat telpon dari korban, kami bersama rekan lainnya langsung menyusuri sungai untuk menjemput korban. Dan korban ditemukan terbaring diatas pompongnya yang terbawa arus di perairan Kuala Tengah, saat kami temukan kondisi korban dalam keadaan kritis dan lemah, diduga akibat kekurangan darah,” kata salah satu nelayan yang ikut menjemput korban.
Setelah sampai di Pelabuhan Marina, dibantu personil Airud Mabes Polri, Mbah Liwet langsung dilarikan ke RSD KH Daud Arif untuk mendapatkan perawatan.
Korban di evakuasi ke RSUD menggunakan kendaraan mobil pribadi Anggota Polairud Baharkam Mabes Polri.
Data yang diperoleh, Mbah Liwet yang merupakan Nelayan Asal Kuala Tengah. Dia hanya tinggal sendiri di Kualatungkal, sedangkan istri dan keluarganya berada di Pulau Jawa.

Sementara itu, Komandan Kapal Anis Madu 3009 Polairud Baharkam Mabes Polri, AKP Ambar Marwanto, S.ST kepada awak media mengatakan, korban banyak kehabisan darah lantaran luka robek di tangan kanannya.
“Beruntung korban cepat ditemukan oleh rekannya, lambat sedikit saja, ini bisa berakibat fatal. Karena kalau kita lihat dari darah di pompongnya, korban banyak mengeluarkan darah sehingga menyebabkan fisik korban melemah. Diduga korban mengalami kecelakaan kerja saat melaut,” kata Ambar.
Informasi ini juga dibenarkan oleh anggota Polairud Baharkam Mabes Polri yang ikut membantu mengevakuasi korban ke RSUD Kuala Tungkal. Menurutnya, nelayan tersebut diduga mengalami kecelakaan kerja saat melaut, diduga karena terkena paku bor atau terkena besi engkol saat menghidupkan mesin pompongnya.
“Saat kita bawa ke RSUD, kondisi korban belum bisa diajak bicara, fisiknya sangat lemah, diduga korban mengalami banyak kekurangan darah,” ujar salah satu Anggota Polairud Baharkam Mabes Polri di Pelabuhan Marina Kualatungkal. (*/Eko Setya)
Editor : IT Redaksi
TANJAB BARAT - Robohnya jembatan Sungai Limau RT 05, Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjabbar, Rabu (20/5/26) menimbulkan op
TANJABBAR - Ketua Komisi III DPRD Tanjabbar Albert Chaniago menyampaikan belasungkawa atas kejadian tertimpanya dua pekerja perbaikan jembatan yang sempat hanyu
TANJABBAR - Dua pekerja hanyut dan tenggelam setelah tertimpa material jembatan di Sungai Limau RT 05, Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang
BATANG ANGKOLA – Ketua Parsadaan Rim Nitahi Haruaya Mardomu Bulung (HMB), Ahmad Kaslan Dalimunthe, Gelar Mangaraja Siombaon Parlindungan mendesak Aparat Pene
TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 dengan penuh semangat kebersamaan antara p