Mahasiswa Aksi di DPRD Tapsel, Ini Tuntutannya


Selasa, 02 Agustus 2022 - 01:52:51 WIB - Dibaca: 114 kali

Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Bawah Tanah mendatangani kantor DPRD Tapsel, Senin 1 Agustus 2022.(*/fadly) / HALOSUMATERA.COM

TAPSEL|HALOSUMATERA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Bawah  Tanah (Underground Student Movement) mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (1/8/22).

Mereka berorasi tepat di depan gedung rakyat Tapsel itu, sembari menyuarakan soal oknum PLTA yang diduga melanggar Fatwa MUI dan Perda.

Kordinator Aksi, Amrul Safii Harahap menyampaikan beberapa tuntutan. Pertama,  meminta kepada Bupati Tapsel, agar menindak tegas oknum-oknum karyawan dan sekelas manager PLTA Marancar yang telah meneguk minuman keras dengan unsur kesengajaan di wilayah kerja daerah Tapanuli Selatan. Menurut Amrul, perbuatan itu sudah melanggar fatwa MUI dan peraturan daerah, serta mencoreng nama baik kearipan lokal di bumi Tapanuli Selatan.

Tuntutan kedua,  meminta kepada Bupati melalui dinas ketenagakerjaan dan  DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan, agar segera memanggil dan meninjau kembali keputusan pihak perusahaan PT NSHE terkait pemecatan PHK secara sepihak, tanpa melalui mekanisme yang sudah ditetapkan dan telah mengkangkangi undang undang ketenaga kerjaan.

“Ketiga, meminta kepada DPRD dan dinas lingkungan hidup, agar segera memanggil dan mencabut izin perusahaan  PLTA, terkait adanya pengrusakan lingkungan hidup, dengan sengaja membuang tanah ke daerah aliran sungai, dimana kita ketahui indikasi banjir di Muara Batang toru Itu terjadi karena pendangkalan daerah aliran sungai akibat tumpukan tanah dan kayu,” ujar  Amru dalam orasinya, Senin (1/8/22).

Setelah mendegar tuntutan dari massa Gerakan Mahasiswa Bawah Tanah, perwakilan DPRD dari beberapa komisi menyambut dan mempersilahkan perwakilan mahasiswa masuk ke ruangan untuk melakukan rapat dengar pendapat.

Secara terpisah, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Bawah Tanah Mittun Hadamean Hasibuan menambahkan, aksi ini dilakukan di Kantor DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan,  karena mahasiswa percaya bahwa  perwakilan rakyat  mampu menampung aspirasinya.

“Kami masih ingin mempercayai perwakilan kami di DPRD, untuk menyuarakan tuntutan kami hari ini,” pungkas Mittun.

Setelah rapat dengar pendapat, puluhan massa aksi meninggalkan Kantor DPRD Tapsel dengan tertib.(*/fdl)

 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Aksi Serentak Nasional, Buruh di Jambi Akan Sampaikan Tuntutan Ini ke Gubernur

JAMBI|HALOSUMATERA – Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Provinsi Jambi akan melaksanakan aksi serentak secara Nasional di Jambi pada 10 A

Berita Daerah

DPW SPI Jambi Gelar Pelatihan Vocational Bagi Usaha Mikro Sektor Pertanian dan Perkebunan

MUAROJAMBI|HALOSUMATERA - Dewan Pengurus Wilayah Serikat Petani Indonesia (DPW SPI) Provinsi Jambi menggelar pelatihan Vocational Bagi Usaha Mikro Di Sektor Per

Berita Daerah

Aksi di BPN Muarojambi hingga Pantau Persidangan di PN Sengeti

MUAROJAMBI|HALOSUMATERA – Ratusan petani dari Serikat Tani Kumpeh (STK) mendatangi Kantor BPN Muarojambi, Kamis siang (4/8/22). Mereka menyuarakan hak mer

Berita Daerah

Dosen Fakultas Pertanian Unja Perkenalkan Cara Pembuatan Biochar

MUAROJAMBI|HALOSUMATERA – Biochar atau arang hayati belum begitu familiar di kalangan masyarakat, khususnya petani. Hal ini menjadi kewajiban Universitas Jamb

Berita Daerah

Jahfar: Pokir Itu Bukti Dewan Bekerja Memperjuangkan Aspirasi

TANJABBAR|HALOSUMATERA – Setidaknya lebih seribu usulan aspirasi masyarakat yang tertuang dalam Pokok-pokok pikiran anggota DPRD Tanjabbar pada tahun 2022

Berita Daerah


Advertisement