Puluhan Warga di Desa Ini Bayar Rp 2,3 juta untuk Masang Listrik


Sabtu, 14 November 2020 - WIB - Dibaca: 917 kali

Ilustrasi/net / HALOSUMATERA.COM

TANJABTIM- Sejumlah warga di Parit Jawa Timur, RT 20, Dusun Beringin, Desa Sungai Beras, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi meradang.

Pasalnya, meski uang telah mereka setor kepada oknum panitia penyambungan arus listrik PLN, namun hingga kini arus listrik dari Perusahaan Listrik Negara tersebut tak kunjung masuk ke rumah mereka.

Salah seorang warga Parit Jawa Timur, H. Bunyamin mengatakan, masyarakat di Parit Jawa Timur, Desa Sungai beras sudah dua kali menyetor uang terhadap oknum-oknum yang diduga tidak bertanggungjawab itu. 

Menurutnya, tercatat ada 60 lebih Kepala Keluarga (KK) yang telah menyetor uang yang jumlahnya mencapai Rp 2,3 juta persatu rumah tersebut.

"Setoran sudah dua kali. Pertama stor kepada orang yang dari Sarolangun itu satu juta tiga ratus, ini sudah lama tahun 2018 lalu. Kemudian baru baru ini, sudah hampir setahunlah stor lagi satu juta sama orang yang ngurus listrik ini, ya sampai sekarang listrik PLN belum masuk,"ujarnya, Jum'at (13/11/20).

Tokoh masyarakat di Parit Jawa Timur ini menjelaskan, untuk membayar meteran listrik PLN itu bahkan ada warga yang rela menjual emas dan harta benda lainnya, dengan harapan listrik PLN dapat segera mereka nikmati.

"Disini banyak masyarakat tidak punya. Bahkan ada yang rela jual mas untuk membayarnya. Mereka tahan tidak beli beras hanya untuk membayar arus listrik ini," jelasnya.

Ia menjelaskan, masyarakat di Parit Jawa Timur sebelumnya dijanjikan akan segera menikmati listrik PLN, dangan diharuskan membayar uang sebesar Rp 3,3 juta persatu rumahnya.

"4 juta pun saya sanggup, asal listrik PLN masuk. Kalau seperti ini kami selaku masyarakat meminta uang yang telah kami stor dikembalikan,"tegas Bunyamin.

Diketahui, masyarakat di Parit Jawa Timur, Desa Sungai Beras sudah bertahun-tahun mengunakan mesin Diesel bersama untuk Penerangan. Mereka sangat mendambakan jaringan Listrik dari PLN.

"Selama ini pakai Diesel. Hidupnya dari jam 6 sore sampai jam 11 malam,"tukas Bunyamin mengakhiri keterangannya.

Mananggapi hal ini, Manager PLN Rayon Muara Sabak, Helmi Lazuardi mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu mengecek daftar tunggu calon pelanggan listrik dari wilayah Desa Sungai Beras itu.

"Nanti saya cek lagi apakah sudah masuk daftar tunggu atau belum. Senin (16 November 2020, red) kami cek lagi, tapi sepertinya sampai hari jumat kemarin tidak ada,"ujar Helmi, Sabtu (14/11/20).(*)

Pewarta: Eko Wijaya




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah


Advertisement