TANJABBAR – Pemerintah daerah akan memfasilitasi usaha rumahan yang tergolong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di desa dan kelurahan. Tentunya tidak hanya bantuan modal, jaringan bisnis dan jaringan lokal akan disiapkan, sehingga data yang bergerak bisnis di bidang online bisa terdata.
Hal ini menjadi salah satu program unggulan Mukhlis – Supardi dalam setiap pertemuannya dengan masyarakat di desa-desa, dalam safari politiknya.
Menurut Wakil Ketua Tim Koalisi Mukhlis-Supardi, Riano Jayawardhana, program ini merupakan satu kesatuan dalam Samisade, yakni Satu Miliar Satu Desa. Jika masyarakat Tanjabbar memberikan kesempatan kepada paslon nomor urut tiga ini, program ini akan menjadi prioritas.
“Insya Allah jika Mukhlis Supardi terpilih, penguatan ekonomi di desa melalui Samisade akan diluncurkan,” kata Ketua DPD Partai Nasdem Tanjabbar ini kepada halosumatera.com, Minggu (8/11/20).
Terkait usaha kecil rumahan, lanjut Riano, Tentu akan disiapkan komunitas bisnisnya serta jaringan lokal secara online. Pemerintah memfasilitasinya lewat jaringan online.
“Disitu peran pemerintah. Program Samisade tiap desa dan kelurahan bisa menyentuh usaha lewat media online. Ibu-ibu yang hobi jualan online siap-siap dibekali penguatan untuk jaringan bisnis dari lokal sampai Nasional,” tandasnya.(*/nik)
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna
JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata