KUALATUNGKAL – Ternyata, sumber baku air bersih di Parit Panting, Kecamatan Bram Itam, belum digunakan PDAM Tirta Pengabuan untuk mensuplai air ledeng ke pelanggan.
Direktur PDAM Tirta Pengabuan, Ustayadi Barlian menjelaskan, air baku yang terkontaminasi pasang surut air laut adalah air baku yang lama.
“Yang kena air asin itu, air baku yang lama. Air baku yang baru ini belum kita konekkan, karena pemasangan pipa dalam kota belum selesai. Tunggu serah terima, baru ada uji coba, kita cek mana yang bocor, baru difungisikan,” ujar Ustayadi.
Disamping itu, untuk mengoperasikan air baku yang baru dan menggunakan jaringan pipa yang baru dipasang dari Parit IV ke Parit II, PDAM belum memiliki anggaran.
“Ini masih anggaran yang lama, yang tahun ini belum diajukan,” ujar mantan anggota DPRD Tanjabbar ini.
Belum lama ini, sejumlah pelanggan PDAM mengeluh, lantaran air ledeng berasa asin. Hal ini sudah berlangsung sebulan terakhir. Pihak PDAM tak bisa berbuat apa-apa, karena air baku di Parit Panting (air baku lama) terkontaminasi pasang surut air laut, melalui Sungai Serdang.
Untuk diketahui, tiga tahun terakhir, Pemkab Tanjabbar melalui Dinas PU menggelontorkan proyek air bersih jilid II, yakni pemasangan pipa dari Parit Panting melewati Parit IV Bram Itam, kemudian ke Parit II dan jalur Pembengis. Mega proyek ini mengambil air baku dari Parit Panting, Bram Itam. (*)
Editor : Andri Damanik
JAMBI – Perjalanan karier RB (46) sebagai aparatur sipil negara (ASN) di institusi pemasyarakatan kembali menjadi sorotan. Setelah beberapa kali dikaitkan
Oleh: Dr. Mochammad Farisi, LL.M Dosen FH UNJA & Direktur Pusat Kajian Demokrasi dan Kebangsaan (Pusakademia) Pemandangan penegakan hukum kita belakangan ini m
JAMBI - Tiga advokat dari Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Siginjai, yakni Firmansyah, Yuskandar, dan Nofriyanto, secara resmi telah mengajukan surat keberata
JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar S.I.K., M.H., membuka langsung Rakernis Fungsi Intelkam Polda Jambi dan jajaran, di Aula Balai Bhayangkara Sigi
TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar nai