Syafril Nursal: Perlu Campur Tangan Pemerintah agar Komoditi Kopi Kerinci Menembus Pasar Global


Selasa, 03 November 2020 - WIB - Dibaca: 935 kali

Calon Wakil Gubernur Jambi nomor urut 2, Syafril Nursal melihat langsung Pabrik Kopi Arabika PT Agro Tropic Nusantara, di Desa Sungai Lintang, Kayu Aro Barat, Selasa (3/11/2020).(*) / HALOSUMATERA.COM

JAMBI - Calon Wakil Gubernur Jambi nomor urut 2, Syafril Nursal melihat langsung Pabrik Kopi Arabika PT Agro Tropic Nusantara, di Desa Sungai Lintang, Kayu Aro Barat, Selasa (3/11/2020).

Aroma khas kopi Kerinci ini amat terasa saat Syafril Nursal berjalan santai sembari melihat proses produksi kopi. Mulai dari melihat tempat penjemuran kopi (Hanopi), ruang sortasi (ruang untuk memilah kualitas kopi), dan tempat penggilingan gabah (Huller), dan tempat lainnya.

Syafril Nursal memuji pabrik Kopi PT Agro Tropic Nusantara yang sudah berdiri sejak tahun 2019 ini. Ia memuji pabrik kopi tersebut, munurutnya hal itu sangat luar biasa, karena telah berhasil mengolah tempat produksi kopi Arabika berkualitas tinggi untuk diekspor. Selain itu juga sudah menciptakan lapangan kerja baru.

Mantan Kapolda Sulawesi Tengah ini mengatakan, jika ia bersama Fachrori diamanahkan untuk memimpin Jambi, maka salah satu prioritasnya adalah memperhatikan petani kopi dan bagaimana agar nilai dari komoditi kopi bisa semakin meningkat, baik dari segi produksinya maupun harga jualnya. 

Oleh karena itu, kata Syafril, perlu campur tangan pemerintah provinsi untuk mendekatkan hasil produksinya dengan pasar. Salah satunya, kata Syafril, ia akan fokus bagaiamana agar hasil dari komoditi kopi di Kerinci dan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Jambi lebih banyak menembus pasar global dengan ekspor ke luar negeri. Dengan demikian masyarakat bisa mendapatkan nilai ekonomi yang tinggi.

"Kalau produksinya sudah ada, maka maketnya ini yang saya kira yang akan menjadi bagian pemerintah untuk membantu. Harus kita bantu supaya semakin hari semakin waktu semakin berkembang, meningkat terus," kata Syafril Nursal.

Sementara itu, Direktur PT Agro Tropic Nusantara, Ema mengatakan bahwa ia sangat merasa bahagia atas kunjungan Syafril Nursal. Menurutnya, sang Jenderal adalah orang pertama yang mengunjungi pabrik kopi yang ia kelola.

"Terima kasih atas kedatangan bapak,  karena selama ini kami belum pernah dikunjungi. Kunjungan bapak ini bagi kita adalah suprise," kata Ema. 

Ema berharap, jika nanti  Syafril Nursal terpilih dapat bersinergi dan bersama-sama membangun kerinci. 

Ditempat yang sama, Pengusaha PT.Agro Tropic Nusantara, Mulyadi mengatakan, bahwa  ia merasa tersanjung bisa dikunjungi oleh Syafril Nursal.

Kata Mulyadi, produksi kopi Arabika di PT. Agro Tropic Nusantara ini saat musim panen bisa mencapai 25 ton perhari, namun saat musim track hanya 4-5 ton.

"Ya kalau untuk ekspornya, saat ini hanya ke Eropa dan Amerika," tukasnya.(*/tim)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah


Advertisement