BATANG ASAM – Tanaman palawija yang dikelola kelompok tani di Desa Sri Agung, Kecamatan Batang Asam banyak mengalami gagal panen. Hal ini disebabkan, kurangnya irigasi dari aliran Sungai Tantang.
Di Desa Sri Agung, hanya ada 900 hektare lahan pertanian yang produktif. Petani menerapkan dua kali penanaman padi, dan satu kali palawija.
Pada saat ini, petani sudah melakukan penanaman palawija. Sayangnya, tanaman palawija seperti jagung, banyak tak berisi.
Hal ini diungkapkan Elok Wagito (54), salah satu petani di Sri Agung. Kata dia, pada tahun-tahun sebelumnya, irigasi di Sri Agung tak pernah surut meski mengalami kemarau.
Kali ini, debit air dari Sungai Tantang ke Sri Agung menurun. “Heran juga, pada tiga bulan belakangan, irigasi kita bermasalah, debit air sangat kecil. Makanya banyak jagung yang gagal panen,” ujar pria asal Jogjakarta ini.
Petani di Sri Agung sudah mengadukan masalah ini petugas pertanian. Kabarnya, untuk mengatasi kekeringan, pihak pertanian akan membangun waduk untuk persediaan irigasi di Sri Agung.
Surutnya irigasi di Sri Agung diduga berkaitan dengan berdirinya PMKS di Desa Suban. Kedua perusahaan ini sebelumnya sempat mengambil air dari Sungai Tantang. Sepertihalnya PT Fortius Wajo Perkebunan, telah memasang mesin pompa dan pipa besi sepanjang 1.300 meter, dari Sungai Tantang ke Pabrik. (*)
Editor : Andri Damanik
JAMBI - Baru baru ini teror air keras terhadap aktivis menjadi perhatian publik. Khusus di Jambi, Organisasi Kepemudaan, Badan Eksekutif Mahasiswa, Ormas, jurna
TANJAB BARAT – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanjab Barat berhasil mengamankan seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial HI (29) yang te
BATANGHARI - Organisasi Masyarakat Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Batanghari menyatakan komitmennya untuk turut serta membantu pemerintah dan aparat dalam
JAMBI – Polda Jambi menggelar buka puasa bersama dengan insan pers dan melibatkan masyarakat serta anak yatim, Kamis 12 Maret 2026. Buka puasa bersama ini dig
JAMBI – Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian terpusat “Ketupat-2026” di lapangan Mapolda Jambi, Kamis sore (12/6/