KUALATUNGKAL – Meninggalnya honorer Perpustakaan Daerah Kabupaten Tanjabbar, Emilda (32) masih menjadi tandatanya keluarga. Pasalnya, di tubuh gadis belia ini terlihat tanda memar, seperti di bagian pergelangan tangan sebelah kanan, bagian wajah, dan ada luka pada bagian kaki dan kedua telinga mengeluarkan darah.
Informasi yang dihimpun infotanjab.com, Rabu (1/6), Emilda diketahui telah meninggal dunia di RSD KH Daud Arif, pada Rabu pagi sekitar pukul 6.03. Emilda sempat diantar dua rekannya, OG dan AL ke rumah sakit.
Setelah diantar ke rumah sakit, gadis yang beralamat di Jalan Sultan Thaha ini langsung ditinggal pergi oleh kedua temannya tersebut.
Menurut keterangan salah seorang keluarga korban, Marzuky, dirinya baru mengetahui kematian korban dari pihak keluarga.
Belum diketahui penyebab pasti meninggalnya Emilda yang masih berstatus single ini. Meski belum ada hasil visum, namun dari pengamatan di sikut tangan kiri tubuh korban terdapat luka lebam dan kedua telinga berdarah.
Dijelaskan Zuky, pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 wib, korban mendapat telpon dari seorang temannya dan diajak untuk nongkrong di Water Front City (WFC).
Sekira pukul 23.00 wib, korban sempat menelpon salah seorang keponakannya sembari mengatakan jika dirinya saat itu dalam kondisi kejang-kejang. Mendengar ini, korban lalu disuruh pulang oleh sang keponakan.
"Kita menduga ada kejanggalan atas kematian korban. Makanya kita buat laporan ke polisi,"ungkapnya sembari menyebutkan jika jasad korban sudah di bawa ke rumah duka.
Sementara Rizky sepupu korban, yang lagi menunggukan korban di ruang IGD RSUD Kuala Tungkal dengan sedih mengatakan, dirinya tahu korban meninggal ketika ditelpon orang tua korban sekitar pukul 07.00 tadi.
Apa penyebab meninggalkan korban, dirinya juga tidak tahu pasti, karena rumah korban dan dirinya tidak sama. Kalau dari cerita yang dia dapat, korban diantarkan oleh temannya.
Terpisah, Direktur RSUD Daud Arief, Dr Elfis Syarief ditemui wartawan mengaku baru mendapat laporan. Dia belum bisa menyimpulkan hasil diagnosa terhadap korban dan akan menanyakan kepada dokter yang jaga pada pagi tadi.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Kasat reskrim Polres Tanjab Barat , AKP Gokma Uliate Sitompul belum mau berkomentar soal ini. “Langsung ke Kapolres saja, bentar lagi datang,” kata Kasat Reskrim Rabu Siang.(*)
Editor : Tim Redaksi
MERANGIN - Menjalin sinergitas dan soliditas jajaran Polda Jambi dan Kejati Jambi dan jajaran, Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi, S.H., M.H., bersi
JAMBI – Perjalanan karier RB (46) sebagai aparatur sipil negara (ASN) di institusi pemasyarakatan kembali menjadi sorotan. Setelah beberapa kali dikaitkan
Oleh: Dr. Mochammad Farisi, LL.M Dosen FH UNJA & Direktur Pusat Kajian Demokrasi dan Kebangsaan (Pusakademia) Pemandangan penegakan hukum kita belakangan ini m
JAMBI - Tiga advokat dari Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Siginjai, yakni Firmansyah, Yuskandar, dan Nofriyanto, secara resmi telah mengajukan surat keberata
JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar S.I.K., M.H., membuka langsung Rakernis Fungsi Intelkam Polda Jambi dan jajaran, di Aula Balai Bhayangkara Sigi