Tukang Becak Vs Polisi Berpangkat Bripka di Jalan Pelabuhan


Senin, 29 Juni 2015 - 17:02:33 WIB - Dibaca: 2525 kali

ilustrasi/net / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL –  Seorang pengayuh becak hanya bisa terdiam, ketika dia dimarahi seorang oknum polisi berpangkat Bripka. Dia hanya bisa pasrah begitu dimaki-maki di bawah terik matahari, Senin siang.

Kejadian itu persisnya di Jalan Pelabuhan, Kualatungkal. Insiden itu bermula saat tukang becak menggedor mobil  Xenia warna hitam tanpa alasan yang jelas. Tak terima mobilnya digedor, seorang pria berseragam polisi langsung turun dari mobil dan menghampiri tukang becak untuk menanyakan maksud si tukang becak menggedor mobilnya.

Tak puas dengan jawaban si tukang becak, oknum polisi tersebut terlihat marah dan memakinya. Untuk menghindari perdebatan lebih panjang, si tukang becak yang umurnya ditaksir lebih 50 tahun itu langsung meminta maaf atas aksinya yang menyebabkan kemarahan oknum polisi tersebut.

Namun oknum polisi yang diketahui berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) tersebut terlihat masih tidak terima dengan etika baik si tukang becak yang sudah meminta maaf dan mengakui kesalahan. Bahkan salah seorang saksi mata menuturkan jika polisi itu terlihat mengejar si tukang becak saat ia mencoba berjalan ke tempat yang lebih teduh.

“Kejadiannya tepat di atas jembatan dan diduga karena salah paham, tukang becak itu sudah minta maaf bahkan sampai mencium tangan oknum  polisi tersebut, namun oknum polisi tersebut masih tidak terima dan malah mengejar si tukang becak,” jelas saksi mata tersebut.

Zainuddin,  salah seorang saksi mata lainnya juga menyesalkan tindakan oknum polisi tersebut. Menurutnya seorang abdi negara yang bertugas mengayomi masyarakat harusnya memberi contoh yang baik terhadap masyarakat, bukan malah bertindak arogan seolah-olah oknum polisi tersebut yang paling benar.

“Kasihan juga lihatnya, padahal bapak tukang becak itu sudah mengaku salah dan meminta maaf  bahkan sampai berkali-kali mencium tangan polisi tersebut, harusnya lebih bisa menahan diri karena yang dihadapi masyarakat kecil, tegas boleh tetapi kesopanan juga harus dijaga, tak harus memaki-maki karena yang dihadapi sudah kakek-kakek, kalo begini kan citra polisi jadi tambah buruk di mata masyarakat,” tutur pria lajang itu.(*)

Penulis : Edo

Editor   : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Ketua Komisi II DPRD Tanjabbar Pantau Operasi Pasar Murah di Terminal Kota

TANJABBAR – Memantau operasi pasar murah di Terminal Kota Kualatungkal, Ketua Komisi II DPRD Tanjabar Suprayogi Syaiful turun langsung ke lokasi, Sabtu (11/04

Advertorial

Ketua DPRD Hadiri Opening ORIS Experience Cafe 2 Tungkal

TANJABBAR – Ketua DPRD Tanjabbar Hamdani dan anggota DPRD Tanjabbar menghadiri Soft Opening ORIS Experience Cafe 2 Tungkal yang berlokasi di samping alun –

Advertorial

Sepakat, Fraksi di DPRD Tanjabbar Setujui LKPJ Bupati 2025

TANJABBAR – Fraksi-fraksi di DPRD Tanjabbar menyetujui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati 2025 yang disampaikan dalam Paripurna DPRD Tanjabbar. Pers

Advertorial

DPRD Tanjabbar Bentuk Pansus Tingkatkan Pengawasan Kinerja Pemda

TANJABBAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi meningkatkan eskalasi pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah. Hal

Advertorial

Hadir di Rakor Lintas Sektoral, Hamdani: Dukung Kelancaran Operasi Ketupat 2026

TANJABBAR - Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hamdani, S.E., menghadiri undangan persiapan pengamanan yang digelar secara virtual dari Mabes Polri pada

Advertorial


Advertisement