Wabup Katamso Audiensi dengan Menteri Pertanian Bahas Pengembangan Industri Kelapa Nasional


Minggu, 25 Mei 2025 - 13:55:56 WIB - Dibaca: 280 kali

Wakil Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Katamso, S.A., S.E., M.E., melakukan audiensi dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Rumah Dinas Menteri Pertanian, Jalan Pangadegan Selatan No. K-10, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (25/5). / HALOSUMATERA.COM

JAKARTA – Wakil Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Katamso, S.A., S.E., M.E., melakukan audiensi dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Rumah Dinas Menteri Pertanian, Jalan Pangadegan Selatan No. K-10, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (25/5).

Audiensi ini membahas pengembangan industri kelapa nasional dari hulu hingga hilir, termasuk rencana pembangunan 160 pabrik hilirisasi kelapa di seluruh Indonesia, salah satunya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dilakukan oleh Koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada tanggal 7 Mei 2025, serta audiensi lanjutan di Kementerian PPN/Bappenas pada 21 Mei 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas kesediaan Menteri Pertanian menerima rombongan KOPEK. Ia menyatakan bahwa pengembangan komoditas kelapa harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran.

“Kami berharap melalui dukungan Menteri Pertanian, pengembangan kelapa bisa dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir,” ujar Wabup.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyambut baik audiensi tersebut dan menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan sektor kelapa nasional. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah tengah merencanakan pembangunan 160 pabrik hilirisasi kelapa di seluruh wilayah Indonesia.

“Kabupaten Tanjung Jabung Barat termasuk salah satu daerah prioritas dalam pembangunan pabrik tersebut,” ucap Menteri Pertanian.

Andi Amran juga menekankan pentingnya menciptakan keseimbangan antara kepentingan petani, pelaku usaha, dan konsumen dalam pengelolaan industri pertanian, khususnya komoditas kelapa. Ia menambahkan, pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengusulkan jenis industri kelapa yang akan dibangun di wilayahnya masing-masing.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Direktur Jenderal Perkebunan, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, para Bupati/Wakil Bupati daerah penghasil kelapa, Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat H. Asek, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjab Barat, serta Kepala Bappeda Tanjab Barat.(*/adv)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Albert Chaniago Sebut Ada Bagian Retak di Pintu Air Parit 10 dan Kini Diaudit Khusus BPKP

TANJABBAR – Polemik Mega Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar terus bergulir. Proyek senilai Rp 4 miliar tersebut kini sedang diau

Berita Daerah

Sorotan Proyek Pintu Air Rp 4 M, Ini Tanggapan Ketua DPRD Tanjabbar

TANJABBAR – Ketua DPRD Tanjab Barat Hamdani SE mengaku kaget besaran anggaran proyek pintu air Parit 10 Desa Tungkal I senilai Rp 4 Miliar. Disampnig itu,

Berita Daerah

Proyek Pintu Air Rp 4 M Disorot Sejak Tender, Kini Sedang di Audit BPK RI?

TANJABBAR – Proyek Pintu Air yang menelan anggaran Rp 4 Miliar di Parit 10 Desa Tungkal I disorot. Proyek ini dianggarkan melalui Dinas PUPR Tanjabbar ber

Berita Daerah

Pemprov Jambi Terbitkan SE Perayaan Malam Tahun Baru 2026, Salah Satunya Larangan Pesta Kembang Api

JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi menerbitkan Surat Edaran Nomor 3280/ SE/ DISBUDPAR - r.1/ XII/2025 tentang Penyelenggaraan Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di P

Berita Daerah

Korban Penghinaan Gugat Ganti Rugi Rp 540 Juta di PN Tanjabtim

TANJABTIM - Perkara dugaan penghinaan yang melibatkan Nur Salamah binti Muhammad Natsir sebagai Penggugat dan Mardiana alias Yana binti H.M. Nur sebagai Terguga

Hukum & Kriminal


Advertisement