500 Hektare Sawah di Desa Kepayang Terancam Gagal Panen


Kamis, 21 April 2016 - 09:20:49 WIB - Dibaca: 1815 kali

Sawah Petani di Desa Kepayang Kecamatan Senyerang Terserang Hama Wereng.(dir/IT) / HALOSUMATERA.COM

SENYERANG - Sedikitnya 500 hektare sawah petani di Desa Kepayang Kecamatan Senyerang terancam gagal panen. Pasalnya, tanaman padi banyak yang rusak akibat terserang hama wereng.

Wabah wereng yang menyerang berdampak pada penurunan produksi beras di desa setempat.

Informasi yang dirangkuminfotanjab.com, Rabu (20/4), sawah seluas 500 hektare ini dikelola enam kelompok tani.

"Di tahun ini kemungkinan besar sawah kita terancam gagal panen," kata salah seorang petani.

Terpisah, Kepala Desa Kepayang, Kasrun tak menampik, jika sawah petani di desanya terserang hama wereng.

Padahal, kata dia, tahun lalu desanya menjadi sentra lumbung beras, khususnya di Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjabbar. 

"Tahun sebelumnya kecamatan kita mendapat penghargaan sebagai lumbung padi yang sukses dalam tata kelola pertanian," kata Kasrun.

Kasrun pesimis, tahun ini Desa Kepayang sukses meraih predikat lumbung beras di Kecamatan Senyerang.

"Kemungkinan besar tahun ini tidak bisa meraih penghargaan tersebut mengingat wabah penyakit cekik leher dan wereng yang menyerang lahan pertanian petani di desa kita," timpalnya.

Sementara itu, Koordinator BP3K Kecamatan Senyerang, Adwin Pangestu Spt kepada infotanjab.com, Rabu (20/4), mengatakan, hanya ada satu personil yang bertugas sebagai Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di dua kecamatan, Pengabuan dan Senyerang.

"Kita memang kekurangan personil, walaupun begitu kita tetap menjalankan tugas sesuai prosedur," jelasnya.

Mengenai hama wereng yang menyerang sawah petani, pihaknya telah melakukan pengecekan di lapangan dan telah mengirimkan obat pembasmi hama kepada petani.

Pembasmi hama yang diberikan seperti Amistartop, Darmabas dan tak lupa melakukan penyuluhan ke tiap-tiap kelompok tani.

Dikatakan dia, di Kecamatan Senyerang hanya Desa Teluk Kempas yang tidak terserang hama wereng dan penyakit cekit leher. Menurut dia, munculnya penyakit cekik leher dan hama wereng ini berawal dari bibit C-Sokan dan benih padi lokal seperti Toba, Londo dan Ketan.(*)

Penulis : Haidir

Editor : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Posisi Polri Dibawah Presiden Sudah Sesuai Dengan Struktur Pemerintahan Indonesia

Oleh : Dr. Nuraida Fitri Habi, S.Ag, M.Ag - Dosen Fakultas Syariah UIN Jambi Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia) adalah lembaga negara yang bertanggun

Opini

Pastikan Keamanan Ibadah, Polres Tanjab Barat Kawal Pesta Perak 25 Tahun HKBP Simpang Rambutan

TANJAB BARAT – Jajaran Polres Tanjung Jabung Barat melaksanakan pengamanan ketat pada kegiatan Perayaan Pesta Perak 25 Tahun Gereja Huria Kristen Batak Protes

Advertorial

Kapolda Jambi Dianugerahi Gelar Adat Adipati Utamo Siginjai Sakti

JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menerima penganugerahan gelar adat Melayu Jambi, di Balairungsari LAM Jambi, Rabu 21 Januari 2026. Penyematan G

Berita Daerah

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal


Advertisement