Camat dan Lurah Sungai Nibung Jenguk Kondisi Aisyah, Balita yang Divonis Buta dan Gizi Buruk


Kamis, 16 Desember 2021 - 20:12:30 WIB - Dibaca: 1391 kali

Camat Tungkal Ilir Ardian S Sos dan Jajaran Melihat Kondisi Aisyah (2), Bayi yang mengalami kebutaan dan gizi buruk, Kamis 16/12).(*/HS) / HALOSUMATERA.COM

TANJABBAR (HS) – Jusman dan Upe, orang tua dari balita yang buta dan kurang asupan gizi, sedikit lega. Pasalnya, Kamis (16/12) siang, warga RT 05, Sungai Tiram, Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir ini didatangi Camat Tungkal ilir dan lurah setempat.

Kedatangan Camat Tungkal Ilir, Ardian S Sos ternyata ingin melihat langsung kondisi Siti Aisyah (2) yang mengalami kebutaan dan kurang asupan gizi.

Kepada awak media, Ardian S Sos, Camat Tungkal Ilir mengaku baru mendapat informasi terkait kondisi Siti Aisyah dari Yayasan Muslim Penuh Cinta (MPC).

“Kami langsung ingin melihat kondisi anak tersebut yang katanya mengalami kurang gizi serta kebutaan pada kedua matanya,” ujar Camat.

Setelah bertandang ke rumah balita itu, Camatpun merasa prihatin dengan kondisi bayi dua tahun itu, meski harus menempuh jarah yang jauh dan melewati banjir rob untuk sampai ke rumah Aisyah.

" Soalnya daerah ini sangat jauh dari pantauan kami karena akses nya jauh dari jalan besar sehingga kami ketinggalan informasi," ucap Ardian.

Dikatakan Camat, pihaknya akan memfasilitasi perobatan Siti Aisyah melalui lurah, agar balita ini cepat mendapat pelayanan kesehatan.

Ardian mengatakan, akan memberikan penekanan kepada pihak lintas sektor yaitu puskesmas dan pukesmas pembantu  (pustu) sebagai pelayanan kesehatan. Pasalnya, tidak terpantau oleh puskesmas setempat.

" Ini yang saya heran padahal pukesmas aksesnya dekat di sini, ada pustu juga, melalui lintas sektor kami akan memberikan penekanan terhadap pukesmas supaya bisa peduli ke bawah, jangan sampai pihak puskesmas kasus seperti ini tidak tahu", tegas Ardian.

Terpisah, Lurah Sungai Nibung Alfizan Fajri S STP MM mengatakan, pada 2020 data stunting di wilayahnya memang tidak ada. Dan ternyata, dari laporan pihak MPC, ada 14 anak yang mengalami giji buruk.

“Nah di tahun ini ada 14 anak, ini kami mendapatkan data tersebut dari pihak yayasan MPC, maka dari itu kami turun ke lapangan bersama untuk melihat kondisi anak tersebut,” ujar Alfizan.

Dikatakan Lurah, pihak puskesmas tidak ada melapor ke Kelurahan Sungai Nibung, terkait kondisi Aisyah yang mengalami buta dan kurang asupan gizi.

" Pihak puskesmas tidak ada laporan ke kami dari kelurahan, lintas sektor pun tidak ada. Jangan kan dari lintas sector, RT Setempat pun tahu nya dari saya bahwa anak ini masuk data stunting. Kalo emang ada kita kan pasti turun dari dulu,” tukasnya.

Dengan adanya kelalaian seperti ini, dirinya akan memberikan saran serta masukan melalui lintas sektor, sehingga kedepannya jangan sampai ada kejadian yang sama terulang lagi.(*/putra)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Tinjau Pekerjaan Jalur 2 Merlung, Bupati Minta Camat dan Warga Awasi Kendaraan Melebihi Tonase

TANJAB BARAT - Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meninjau pekerjaan peningkatan jalan jalur dua Merlung, Jumat 12 Juni 2026. Sebelumya, jalur ini

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Sampaikan Nota Pengantar Ranperda Pertanggungjawaban Apbd 2025

TANJAB BARAT - Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Wakil Bupati Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menghadiri Rapat Paripurna Perta

Advertorial

1 Muharram 1448 H, Bupati Anwar Sadat Hadiri Haflah Tasyakur Al Baqiyatush Shalihat

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat,

Advertorial

Diduga Catut Organisasi JMSI untuk Peras Yayasan PKBM di Sarolangun

Jambi – Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jambi menyampaikan adanya pihak yang mengaku sebagai pengurus/anggota JMSI dan diduga melakuka

Berita Daerah

Workshop Kuliner Sawit di Jambi, Inovasi Bolu Sawit Iin Arlina Siap Menginspirasi UMKM

JAMBI– Kelapa sawit selama ini identik dengan minyak goreng. Namun, di tangan seorang inovator asal Kabupaten Muaro Bungo, komoditas andalan Indonesia itu men

Berita Daerah


Advertisement