CATATAN TERCECER (4)


Rabu, 23 Desember 2020 - WIB - Dibaca: 1048 kali

Musri Nauli Penulis Opini Aktif dan Sekaligus Advokat di Kota Jambi.(*) / HALOSUMATERA.COM

Dalam kisah yang menjadi perhatian dan menjadi sorotan public tidak dapat dilepaskan Kisah David vs Goliath. David adalah seorang gembala. Melawan seorang raksasa yang akan menjadi kemenangan yang akan mudah diraih.

Oleh: Musri Nauli – Penulis Aktif di Provinsi Jambi

Pertempuran David vs Goliath adalah pertempuran “hal mustahil”. Tidak ada satupun percaya David akan mengalahkan Goliath. Atau sang gembala akan mengalahkan raksasa.

Goliath diibaratkan metafora raksasa. Dari segi kekuatan apapun tidak akan dikalahkan oleh manusia. Apalagi Cuma manusia gembala. Yang tidak mempunyai kekuatan apapun.

Goliath diibaratkan sebagai entitas besar. Kuat. Tidak terkalahkan.

Bandingkan dengan David. Seorang gembala. Bukan juga ksatria ataupun punggawa yang mempunyai kekuatan adidaya ataupun jurus mematikan. Tidak ada sama sekali.

David adalah entitas kecil. Dan tidak memungkinkan untuk mengalahkan entitas kuat.

Dalam setiap kehidupan, hampir pasti momentum ataupun peristiwa, melihatnya sebagai David vs Goliath. Atau “entitas kecil” melawan entitas kuat.

Kisah yang paling diingat penggemar sepakbola ketika pertandingan Sepakbola Liga Champion Liverpool vs AC Milan tahun 2005.

Bayangkan. Liverpool harus menerima kenyataan pahit. Babak Pertama sudah kebobolan tiga gol.

Namun bak “David vs Goliath”, babak kedua kemudian justru adrenalin Liverpool malah semakin menggila.

Pepatah klasik sepakbola “sebelum peluit berbunyi. Apapun peristiwa bisa saja terjadi” semakin menemukan mantranya.

15 menit memasuki babak kedua, justru Liverpool membalas. 3 gol. Dan itu menjadi sejarah yang paling dikenang sejarah. Ada juga menyebutkan “Keajaiban Istanbul 2005”. Keajaiban yang tidak mungkin dipikirkan manusia.

Keajaiban bak kisah “David vs Goliath”.

Lagi-lagi kisah cerita David vs Goliath dapat dilihat dari peristiwa politik Pikada Jambi 2020.

Seluruh kandidat yang memenangkan pilkada Jambi 2020 adalah David. Sama sekali tidak diperhitungkan oleh siapapun. Termasuk Lembaga survey yang tidak pernah menempatkan mereka sebagai pemenang.

Cerita David vs Goliath adalah cerita yang menginspirasi. Sekaligus memberikan kekuatan kepada kandidat untuk tetap berjuang.

Tidak salah kemudian para pemenang Pilkada Jambi 2020 adalah kisah David vs Goliath.

Dan kisah itu bisa kita ceritakan kepada anak cucu kita. Yang rindu demokrasi. Tanpa mengenal sekat batas. Sekaligus menghasilkan pemimpin yang dipilih rakyat. (***)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Hadir di Rakor Lintas Sektoral, Hamdani: Dukung Kelancaran Operasi Ketupat 2026

TANJABBAR - Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hamdani, S.E., menghadiri undangan persiapan pengamanan yang digelar secara virtual dari Mabes Polri pada

Advertorial

Ketua DPRD Hamdani Turut Sambut Kunjungan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol

TANJABBAR - Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hamdani, S.E., menghadiri sekaligus menyambut kunjungan kerja Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) X

Advertorial

DPRD Tanjabbar Gelar Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati 2025

TANJABBAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar Rapat Paripurna Pertama Tahun 2026. Rapat paripurna tersebut dipimpi

Advertorial

Wakil Ketua II DPRD Tanjabbar Dampingi Fasha Safari Ramadhan, Berikan Santunan ke Panti Asuhan

TANJABBAR – Dalam rangka Safari Ramadhan Anggota DPR RI Syarif Fasha ke Kabupaten Tanjabbar,   Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Bara

Advertorial

Ketua DPRD Tanjabbar Dampingi Wabup Rapat Penyelesaian Tapal Batas di Kemendagri

JAKARTA – Memastikan penyelesaian konflik tapal batas antara Kabupaten Tanjabbar dan Tanjabtim, Ketua DPRD Tanjabbar Hamdani turut mendampingi Wakil Bupati Ta

Advertorial


Advertisement