CATATAN TERCECER (4)


Rabu, 23 Desember 2020 - WIB - Dibaca: 1086 kali

Musri Nauli Penulis Opini Aktif dan Sekaligus Advokat di Kota Jambi.(*) / HALOSUMATERA.COM

Dalam kisah yang menjadi perhatian dan menjadi sorotan public tidak dapat dilepaskan Kisah David vs Goliath. David adalah seorang gembala. Melawan seorang raksasa yang akan menjadi kemenangan yang akan mudah diraih.

Oleh: Musri Nauli – Penulis Aktif di Provinsi Jambi

Pertempuran David vs Goliath adalah pertempuran “hal mustahil”. Tidak ada satupun percaya David akan mengalahkan Goliath. Atau sang gembala akan mengalahkan raksasa.

Goliath diibaratkan metafora raksasa. Dari segi kekuatan apapun tidak akan dikalahkan oleh manusia. Apalagi Cuma manusia gembala. Yang tidak mempunyai kekuatan apapun.

Goliath diibaratkan sebagai entitas besar. Kuat. Tidak terkalahkan.

Bandingkan dengan David. Seorang gembala. Bukan juga ksatria ataupun punggawa yang mempunyai kekuatan adidaya ataupun jurus mematikan. Tidak ada sama sekali.

David adalah entitas kecil. Dan tidak memungkinkan untuk mengalahkan entitas kuat.

Dalam setiap kehidupan, hampir pasti momentum ataupun peristiwa, melihatnya sebagai David vs Goliath. Atau “entitas kecil” melawan entitas kuat.

Kisah yang paling diingat penggemar sepakbola ketika pertandingan Sepakbola Liga Champion Liverpool vs AC Milan tahun 2005.

Bayangkan. Liverpool harus menerima kenyataan pahit. Babak Pertama sudah kebobolan tiga gol.

Namun bak “David vs Goliath”, babak kedua kemudian justru adrenalin Liverpool malah semakin menggila.

Pepatah klasik sepakbola “sebelum peluit berbunyi. Apapun peristiwa bisa saja terjadi” semakin menemukan mantranya.

15 menit memasuki babak kedua, justru Liverpool membalas. 3 gol. Dan itu menjadi sejarah yang paling dikenang sejarah. Ada juga menyebutkan “Keajaiban Istanbul 2005”. Keajaiban yang tidak mungkin dipikirkan manusia.

Keajaiban bak kisah “David vs Goliath”.

Lagi-lagi kisah cerita David vs Goliath dapat dilihat dari peristiwa politik Pikada Jambi 2020.

Seluruh kandidat yang memenangkan pilkada Jambi 2020 adalah David. Sama sekali tidak diperhitungkan oleh siapapun. Termasuk Lembaga survey yang tidak pernah menempatkan mereka sebagai pemenang.

Cerita David vs Goliath adalah cerita yang menginspirasi. Sekaligus memberikan kekuatan kepada kandidat untuk tetap berjuang.

Tidak salah kemudian para pemenang Pilkada Jambi 2020 adalah kisah David vs Goliath.

Dan kisah itu bisa kita ceritakan kepada anak cucu kita. Yang rindu demokrasi. Tanpa mengenal sekat batas. Sekaligus menghasilkan pemimpin yang dipilih rakyat. (***)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Sekolah Jadi Sorotan Jelang Eksekusi, Mahmud: Kami Siap Hibahkan Tanah untuk Pendidikan

BATANGHARI – Polemik rencana eksekusi lahan sekitar 1.300 hektare di Kabupaten Batanghari kembali memanas. Kali ini, perhatian publik tertuju pada beredar

Hukum & Kriminal

Bupati Anwar Sadat Dorong Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik di Kawasan Hutan Produksi

JAMBI – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri rapat pembahasan Rencana Pembangunan Jaringan Listrik Desa di wilayah Kabupaten Ta

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Tekankan Kepatuhan Pajak Desa untuk Wujudkan Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Ajak Masyarakat Jaga Sungai dan Kelestarian Ekosistem

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meresmikan Lubuk Larangan di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, sebagai upaya m

Advertorial

Gerak Cepat, Bupati Anwar Sadat Tinjau Karhutla di Bram Itam

TANJAB BARAT — Menunjukkan respons cepat terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., langs

Advertorial


Advertisement