Efisien Anggaran hingga 65 Persen, Usulan ke PetroChina Juga Belum Disetujui


Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:53:46 WIB - Dibaca: 24 kali

HALOSUMATERA.COM / HALOSUMATERA.COM

BETARA - Efisiensi anggaran tahun 2026 berdampak pada pembangunan di desa desa di Kabupaten Tanjab Barat. Seperti di Desa Lubuk Terentang Kecamatan Betara Kabupaten Tanjabbar, hanya 35 persen dana desa yang teralokasi. Artinya ada pengurangan anggaran hingga 65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Desa Lubuk Terentang Muliyadi, S.Pd., M. Si., NL.P., kepada halosumatera.com, Sabtu (30/5/26) mengatakan, efisiensi anggaran berdampak pada pembangunan infrastruktur di desanya. Terlebih tahun ini, memang tidak ada alokasi anggaran proyek dari Dinas PUPR dan Dinas Perkim terkait perbaikan jalan lingkungan, dan infrastruktur lainnya.

Kata dia, baik dana desa dari pusat maupun Alokasi Dana Desa dari kabupaten juga terdampak efisiensi. Alhasil, tahun ini desanya hanya menggelontorkan kegiatan non fisik, yakni kegiatan pemberdayaan bantuan langsung tunai.

"Ada delapan program prioritas yang dikucurkan diantaranya pemberdayaan dan BLT," ujar Muliyadi.

Ditanya berapa total dana desa tahun ini, Mulyadi tidak merincikan lebih detail. "Saya tanya bendahara dulu ya," ujarnya.

Disamping soal efisiensi, Muliyadi juga menyampaikan ada beberapa program prioritas di desanya agar dapat dibantu melalui Program CSR.

Tiga usulan yang diajukan ke PT PetroChina Ltd adalah peningkatan Jalan Gunung Mas, pengajuan mobil ambulance dan pembangunan Masjid Jami Al Muhaimin yang berlokasi di Dusun Simpang Camat RT. 04, Desa Lubuk Terentang, Kecamatan Betara Kabupaten Tanjab Barat.

Dikatakan Muliyadi, yang menjadi prioritas adalah pembangunan Masjid Jami Muhaimin. Dirinya berharap usulan itu masuk dalam program CSR yang dikelola melalui Forum CSR Kabupaten Tanjabbar.

" Sekarang kami sudah bikin pondasinya (masjid) dan tinggal menunggu disetujui. Ada memang bantuan dari Petro untuk Masjid tahun 2025 sebesar Rp 10 juta, 2026 cair Rp 20 juta. Kami pengen masjid itu masuk ke dalam forum CSR itu biar besar anggarannya," ujarnya.

Sementara itu, untuk Peningkatan Jalan Gunung Mas sudah diusulkan sekitar 3 tahun lalu, hanya saja belum disetujui pihak PetroChina. Begitu juga dengan usulan ambulance tahun 2022, belum terlaksana.(*/nik)

 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

H.Saidi Disebut sebut Kontraktor Jembatan Ambruk di Senyerang, Orang Dekat Bupati?

TANJAB BARAT - Robohnya jembatan Sungai Limau RT 05, Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjabbar, Rabu (20/5/26) menimbulkan op

Berita Daerah

Dua Pekerja Jembatan Hilang di Sungai Landak, Ini Kata Ketua Komisi III DPRD Tanjabbar

TANJABBAR - Ketua Komisi III DPRD Tanjabbar Albert Chaniago menyampaikan belasungkawa atas kejadian tertimpanya dua pekerja perbaikan jembatan yang sempat hanyu

Berita Daerah

Perbaiki Jembatan Terbengkalai, Dua Pekerja Tertimpa Beton dan Hanyut di Sungai

TANJABBAR - Dua pekerja hanyut dan tenggelam setelah tertimpa material jembatan di Sungai Limau RT 05, Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak Kecamatan Senyerang

Berita Daerah

Ketua Rim Nitahi HMB Desak APH Bertindak terhadap Terduga Perusak Hutan Adat di Tapsel

BATANG ANGKOLA – Ketua Parsadaan Rim Nitahi Haruaya Mardomu Bulung (HMB), Ahmad Kaslan Dalimunthe, Gelar Mangaraja Siombaon Parlindungan mendesak Aparat Pene

Berita Daerah

Kolaborasi Jadi Kunci, Tanjab Barat Peringati May Day 2026 dengan Semangat Kebersamaan

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 dengan penuh semangat kebersamaan antara p

Advertorial


Advertisement