Harga Kelapa Dalam Anjlok, TBS dan Pinang Malah Stabil


Minggu, 03 Februari 2019 - 13:17:49 WIB - Dibaca: 2338 kali

Petani Menjual Kelapa Dalam ke Pengumpul.(ilustrasi/net) / HALOSUMATERA.COM

SENYERANG – Harga kelapa dalam anjlok lagi dari Rp 1300 per kilo menjadi Rp 1000 per kilo di tingkat pengumpul dalam sepekan terakhir. Sementara dari pengumpul, kelapa dalam ini ditolak ke negeri jiran Malaysia.

Budi salah satu pengumpul kelapa dalam di Kecamatan Senyerang mengatakan, sebulan yang lalu harga kelapa masih di kisaran Rp 1300 per kilo.

Harga ini untuk ukuran kelapa delapan hingga ukuran sepuluh ons. “Kita nerima yang ukuran 8-10. Kemudian kita tolak lagi ke penampung besar untuk di jual ke Malaysia” kata Budi.

Budi mengatakan, dalam sepuluh hari sekali, dia bisa mengumpulkan sekitar 180 ton kelapa dalam yang belum dikupas dari petani. Setelah disortir, langsung ditolak ke kapal untuk dibawa ke Malaysia via Batam.

“Ada kapal yang nunggu, jadi kita jual di kapal,” katanya.

Penurunan harga ini, lanjut Budi, bukanlah harga yang dibuat pengumpul. Namun mengikuti fluktuasi harga dari luar.

“Karena kita nolak ke luar, harga dari sana turun. Jadi dari petani ke kita juga mengikuti,” jelasnya.

Diakui Budi, harga kelapa dalam bisa naik turun sesuai dengan permintaan pasar. Meski demikian, penurunan harga tak separah komoditi lainnya.

“Paling 200 sampai 300 rupiah anjloknya,” jelas Budi.

Sementara itu, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mulai naik di pasaran. Jika sebelumnya, harga TBS dibawah Rp 1.000 per kg, kini naik pada kisaran harga Rp 1.100 - 1.200 per kg.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjab Barat, Syafriwan dikonfirmasi menyebut, naiknya harga jual sawit bisa jadi karena stok sawit di pasar dunia mulai menipis sehingga permintaan meningkat.

"Karena hukum pasarnya kan seperti itu. Kalau permintaan kebutuhan akan sawit banyak sementara stok menipis maka harganya otomatis akan naik," jelas Kadisperindag Tanjab Barat, Syafriwan.

Begitu juga dengan pinang mengalami kenaikan yang menguntungkan petani. Sebelumnya dihargai Rp 12.000  per kg kini naik seharga Rp 15.000  per kg.

Syafriwan menambahkan, saat ini banyak petani Tanjabbar beralih ke kelapa dalam dan pinang, lantaran harga komoditi sawit kerab mencemaskan petani. "Kami dari Disperindag menghimbau masyarararakat petani lebih selektif memilih jenis tanaman jangan karena ikut-ikutan," ujar Syafriwan. (*/hky)

Editor: It Redaksi




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Bupati Anwar Sadat Ajak Masyarakat Jaga Sungai dan Kelestarian Ekosistem

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meresmikan Lubuk Larangan di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, sebagai upaya m

Advertorial

Gerak Cepat, Bupati Anwar Sadat Tinjau Karhutla di Bram Itam

TANJAB BARAT — Menunjukkan respons cepat terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., langs

Advertorial

Presisi Merdeka Balap Pompong Semarakkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat

TANJAB BARAT – Polres Tanjung Jabung Barat selaku penyelenggara utama berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sejumlah pihak penduk

Advertorial

Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kuala Indah, Bupati Anwar: Hentikan Pembakaran Lahan

TANJAB BARAT – Menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs.

Advertorial

Tutup Turnamen Berkah Madani Cup II, Ini Pesan Bupati Tanjabbar

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi menutup Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup II PBSI Tanjung Jabung Bar

Advertorial


Advertisement