Ini Tanggapan Safrial Soal Wacana Penggantian Nama RSUD Merlung


Senin, 09 Mei 2022 - 20:24:28 WIB - Dibaca: 1310 kali

Mantan Bupati Tanjab Barat Dua Periode, Dr Ir H Safrial MS.(*/dok) / HALOSUMATERA.COM

TANJABBAR | HALOSUMATERA – Wacana penggantian nama RSUD Merlung, Suryah Khairuddin ditanggapi serius oleh mantan Bupati Tanjabbar, Dr Ir H Safrial MS. Menurut mantan Bupati Tanjabbar dua periode ini, banyak hal yang lebih penting dipikirkan untuk Tanjabbar ketimbang mempersoalkan nama RSD Merlung tersebut.

Hal ini dikatakan Dr Ir H Safrial MS saat dikonfirmasi halosumatera.com, Senin malam (9/5/22) via pesan WhatsApp.

“Apa tidak ada pekerjaan lain yang jauh lebih penting, kemudian yang nyuruh ganti nama itu dia sudah berbuat apa untuk Tanjabbar, setahu saya dia tidak pernah berbuat untuk Tanjabbar,” tulis Safrial dalam pesan WA kepada halosumatera.com.

Dikatakan mantan Dosen Unja ini, bahwa pemberian nama Suryah Khairuddin adalah atas dasar permintaan masyarakat Merlung.

“ Bukan keinginan saya. Saya kira banyak hal yang lebih penting yang harus dipikirkan Pemkab Tanjabbar, dari pada sekedar mempersoalkan nama rumah sakit,” tukas Safrial.

Ditanya apakah pemberian nama Suryah Khairuddin harus melalui persetujuan DPRD? Safrial tidak menjelaskan secara detil. "Coba anda pelajari tupoksi DPRD, apa ada kaitan dengan pemberian nama rumah sakit," tanya Safrial balik.

"Anda boleh telusuri juga ada rumah sakit Nurdin Hamzah di Tanjabtim, apakah NH itu seorang dokter atau pahlawan Nadional?" timpal Safrial sembari bertanya.

Seperti dilansir dari salah satu media, pemberian nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Suryah Khairuddin yang berada di Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi terus menjadi sorotan.

Kamal Firdaus, Tokoh Masyarakat Merlung yang kini lebih banyak menetap di Yogyakarta mendesak pemerintah untuk segera mengganti nama RSUD Suryah Khairuddin karena dinilai tidak ada relevansinya menggunakan nama tersebut.

Menurut Kamal Firdaus, pemberian nama Suryah Khairuddin sangat kental nepotisme di era pemerintahan Bupati Safrial pada masa itu. Bagaimana tidak, “Suryah Khairuddin” adalah nama orang tua dari Safrial. Sementara RSUD dibangun dengan menggunakan anggaran APBD bukan menggunakan uang pribadi Safrial.

Disamping itu dikatakan Kamal Firdaus, pemberian nama tersebut juga tanpa ada persetujuan dari DPRD. “Suryah Khairuddin tak lain tak bukan adalah nama bapak kandung dari Safrial yang menjabat Bupati ketika itu. Beliau bukan Dokter dan bukan pula pejuang atau Pahlawan Kemerdekaan,” kata Kamal Firdaus, Sabtu (7/5) dilansir halosumatera.com.(*/nik)

 

 

 

 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Hidupkan Dermaga Kuala Jambi, Kapal Barang Diprediksi Ramai, KSOP Turunkan Personel

TANJAB TIMUR – Kabar baik bagi masyarakat Jambi. Aktivitas di Dermaga Kuala Jambi diprediksi akan semakin ramai dengan kedatangan kapal-kapal barang. Hal ini

Berita Daerah

Sungai Merlung Meluap, Polsek Merlung Siapkan Skema Pengalihan Arus Balik Nataru

TANJAB BARAT – Luapan air Sungai Merlung mulai menggenangi badan jalan di Lintas Timur Sumatera, tepatnya di KM 120, Kelurahan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabu

Berita Daerah

Kapolres Tanjabbar dan Jajaran Polsek Merlung Tinjau Lokasi Banjir, Berikan Imbauan Keselamatan

MERLUNG – Jajaran Polsek Merlung melakukan monitoring intensif terhadap kenaikan debit air di sejumlah titik rawan banjir di wilayah hukum Kecamatan Merlu

Berita Daerah

Albert Chaniago Sebut Ada Bagian Retak di Pintu Air Parit 10 dan Kini Diaudit Khusus BPKP

TANJABBAR – Polemik Mega Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar terus bergulir. Proyek senilai Rp 4 miliar tersebut kini sedang diau

Berita Daerah

Sorotan Proyek Pintu Air Rp 4 M, Ini Tanggapan Ketua DPRD Tanjabbar

TANJABBAR – Ketua DPRD Tanjab Barat Hamdani SE mengaku kaget besaran anggaran proyek pintu air Parit 10 Desa Tungkal I senilai Rp 4 Miliar. Disampnig itu,

Berita Daerah


Advertisement