LAMPUNG (HS) – Menjelang pelaksanaan Mukhtamar Nadlatul Ulama ke 34 di Provinsi Lampung, diperlukan sinergisitas Polri dan elemen masyarakat, menciptakan situasi yang kondusif.
Seperti yang dilakukan Serikat Nelayan Nadhlatul Ulama Kota Bandar Lampung, berkomitmen membantu Polda Lampung menjaga Kamtibmas menjelang dan selama pelaksanaan Mukhtamar NU ke 34 di Provinsi Lampung.
“Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Kota Bandar Lampung untuk membantu pihak keamanan (Polri) dalam menciptakan suasana Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Lampung, khususnya dalam pelaksaan Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-34 di Provinsi Lampung,” ujar Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Kota Bandar Lampung, Muhamad Irsan.
Irsan mengatakan, saat ini banyak sekali berkembang isu - isu yang meresahkan, sehingga dapat menimbulkan opini - opini dalam masyarakat yang tidak baik dan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kami berharap semua pihak untuk bersama-sama mensukseskan Mukhtamar NU ke 34, bersama-sama membantu Polri untuk menjaga situasi yang kondusif,” tutur Irsan.
Sementara jajaran Polda Lampung menghimbau kepada seluruh anggota Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Kota Bandar Lampung agar tetap mematuhi protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19. (*/HS)
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna
JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata