Tinjau Sawah yang Terserang Hama Wereng


Rabu, 27 April 2016 - 22:22:52 WIB - Dibaca: 1747 kali

Tim Penyuluhan Provinsi Jambi Saat Berdialog dengan Petani di Rumah Warga, Desa Kepayang.(dir/IT) / HALOSUMATERA.COM

SENYERANG - Tim Penyuluhan Pertanian Provinsi Jambi akhirnya turun ke Desa Kepayang, Selasa(27/4). Tim didampingi Camat Senyerang, Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Senyerang dan Kabupaten Tanjabbar, Kades Kepayang dan kelompok tani di desa itu, meninjau tanaman padi yang terancam gagal panen.

Menurut Kepala Koordinator Penyuluhan Pertanian Provinsi Jambi, Dasra, luasan sawah yang terserang hama wereng maupun penyakit cekik leher hanya berkisar puluhan hektare dari 500hektare luas sawah di Desa Kepayang

Dia membantah keras tanaman padi di Kepayang gagal panen. Apalagi disebutkan hingga ribuan hektare, di salah satu media cetak.

"Saya selaku penyuluh se Provinsi Jambi sangat menyesalkan apa yang sudah diberitakan terkait jumlah luasan yang terserang penyakit hama wereng dan cekik leher tersebut. Mengenai jenis penyakitnya itu memang benar dan tidak bisa dikategorikan gagal panen," kata Dasra.

Kata Dasra, sampai saat ini pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin menangani penyakit hama tersebut dan dalam hal dia mengucapkan terima kasih terutama kepada tim PHP (peng‎endalian hama terpadu) yang selalu siap siaga dalam menjalankan tugas.

Terkait minimnya tenaga PHP, Dasra menuturkan, idealnya satu personil PHP yang bertugas di masing-masing kecamatan. "Kita telah mengajukan untuk penambahan personil dalam penanganan hama apapun itu jenisnya kepada atasan," tandas Dasra.

Seperti diwartakan sebelumnya, sekitar ratusan hektare sawah yang dikelola 6 kelompok tani di Desa Kepayang terserang hama wereng dan penyakit cekik leher.

Terpisah, Camat Senyerang Effendy SE kepada infotanjab.com, Selasa menuturkan, luasan sawah petani yang terserang hama tidak sampai ribuan hektare, setelah dilakukan pengecekan bersama tim penyuluhan dari provinsi.

"Kita juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan tim dari provinsi, dalam menyikapi terjadinya serangan hama pada sawah petani kita," kata Effendy.(*)

Penulis : Haidir

Editor  : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Tutup Turnamen Berkah Madani Cup II, Ini Pesan Bupati Tanjabbar

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi menutup Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup II PBSI Tanjung Jabung Bar

Advertorial

Sambut HUT RI ke-81, Ditintelkam Polda Jambi Bagi-bagi Ribuan Bendera Merah Putih

JAMBI - Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke- 81 Tahun 2026, Ditintelkam Polda Jambi bersama jajaran Ditlantas, Polresta Jambi membagikan bendera merah putih kepada

Berita Daerah

Tokoh Muda NU Batanghari Resmi Pegang Kendali PWNU Jambi sebagai Ketua Tanfiziah Sementara

JAMBI - Pasca dibekukannya kepengurusan PWNU Jambi hasil konferwil tahun 2025 oleh Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) pada 30 Juli 2026, PBNU sekaligus menun

Berita Daerah

Kapolda Jambi: PMR 2026 Even Olahraga Skala Nasional, Diikuti 12.000 Peserta

JAMBI - Polda Jambi berhasil menggelar event olahraga skala Nasional Presisi Merdeka Run 2026 yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah. Presisi Merdeka

Berita Daerah

Pilkades Serentak Sarolangun 2026: Menguji Komitmen Pemerintah Daerah terhadap Kepastian Hukum

Oleh: Mufni Maulid, S.H.Praktisi Hukum Kantor Hukum MDP Indonesia adalah negara hukum. Penegasan tersebut tertuang secara eksplisit dalam Pasal 1 ayat (3) Unda

Opini


Advertisement