VISI NYATA DAN REALISTIS PASANGAN BERKAH


Sabtu, 07 November 2020 - WIB - Dibaca: 737 kali

Dr Noviardi Ferzi SE MM - Direktur Media Center FU-SN / HALOSUMATERA.COM

 

Oleh : Dr Noviardi Ferzi SE MM - Direktur Media Center FU-SN

Sejatinya kampanye menjadi ajang bagi pasangan calon untuk makin mengakrabkan diri dengan masyarakat. Mengenalkan program unggulan hingga visi-misinya ketika terpilih.

Satu bulan jelang pemilihan beragam isu-isu seksi nampak mencuat di ketiga paslon. Tentu saja berkaitan dengan issu dan polemik yang melekat dengan Pilgub Jambi. Sebut saja seperti infrastruktur, penguatan UMKM, pemberdayaan milenial, lingkungan hidup hingga masalah pengangguran dan Covid-19.

Visi misi yang baik sebenarnya harus mampu menjawab permasalahan, bukan sekedar jargon, tidak fokus dan realistis. Jambi ke depan memiliki tantangannya tersendiri, apalagi di era Pandemi dan masa jabatan yang hanya tiga tahun lebih, ini harus menjadi titik fokus dalam membuat suatu program, karena sudah dipastikan pasangan calon Gubernur tidak memiliki kantong ajaib layaknya Dora Emon.

Sampai saat ini ketiga paslon di Pilgub Jambi telah punya program unggulan. Untuk pasangan Fachrori Syafril atau FU SN telah menyusun visi misi serealistis mungkin di tengah situasi Pandemi dan masa jabatan yang tak lama.

Dimana ini tercermin ketika FU SN ingin menyelesaikan layanan dasar bagi masyarakat di bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Mereka tidak ingin terjebak dengan retorika yang sejatinya tidak bisa dijalankan, karena tidak realistis.

Sesuatu yang tak realistis ketika ada Paslon yang menawarkan program dalam bentuk nilai uang, sekian ratus juta untuk desa, sekian milyar untuk kecamatan. Suatu program yang terus terang tidak terlalu mendidik dan sebuah tawaran yang pragmatis. 

Dalam hal ini banyak akademisi berpendapat, kalaulah visi hanya menawarkan nominal uang maka seolah-olah pilkada hanyalah arena distribusi sumber daya yang pragmatis pada masyarakat. Jangan sampai karena para paslon ingin populis, sehingga setiap program seolah-olah harus pro rakyat dan harus menawarkan uang, suatu cara berfikir yang amat keliru dalam teori perencanaan apapun.

Pada masa pandemi ini akan menyulitkan paslon untuk menjelaskannya pada masyarakat. Kecuali intensitas para paslon lebih tinggi, tiap program dan visi-misi lebih didetailkan lagi. Misalnya untuk mencapai visi itu harus dengan misi seperti apa. Program itu harus diterjemahkan, jangan sekadar kalimat-kalimat indah yang tak bersentuhan dengan bumi.

Namun saya berkeyakinan meyakini masyarakat sudah memiliki pengetahuan dan kecerdasan alamiah. Bahwa dari pilkada ke pilkada, masyarakat sudah memahami mana yang benar-benar nyata atau hanya berbentuk janji semata. Kecerdasan alamiah itu kemudian juga mesti disadari oleh para paslon dan tim suksesnya. Sebab kalau tidak, mereka akan terkejut ketika melihat hasil pilkada nanti. Wallahu alam bishawab. (***)

 




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah


Advertisement