KUALATUNGKAL – Sandy Huta Galung, kepada infotanjab.com mengaku sudah berulang kali melapor ke pihak perusahaan, tak juga ada solusi. Bahkan, persoalan ini sempat dibahas oleh Pemkab Tanjabbar serta SKK Migas, lagi-lagi menemui jalan buntu.
Ditambahkan dia, jikapun rumahnya direlokasi, Sandy berharap bisa dipekerjakan di perusahaan Petrochina. Disamping itu, ada biaya ganti rugi selama sembilan bulan terakhir, lantaran warungnya tutup.
Sementara itu, Narsi Hutagalung, anggota LSM Garuda, pendamping Sandy, mengaku sudah melakukan aksi penyegelan sumur migas berkali-kali.
“Kalau kami hitung, ada 100 kali kami aksi. Kami gembok, setelah ditinggalkan, dibuka lagi oleh pihak perusahaan,” tandasnya.
Terakhir kalinya, mereka aksi pada Kamis pekan kemarin sembari melakukan penyegelan sumur migas di NEB#9. Bahkan, dua hari setelah aksi, Narsi bersama Sandy mendatangi pihak Petrochina dan menyampaikan keluhan, nyatanya tak ada solusi.
Dalam waktu dekat, pihaknya berencana melakukan aksi dengan massa yang lebih besar di pabrik perusahaan asing itu. “Kita akan aksi besar-besaran,” ujarnya.(*)
Editor: Andri Damanik
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata
TANJABBAR - Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti araha
JAMBI - Di tengah transisi besar hukum pidana nasional, Dewan Pengacara Nasional (DPN) Indonesia resmi memperkuat barisan penegak hukum di wilayah Sumatera. Se
TANJAB TIMUR – Kabar baik bagi masyarakat Jambi. Aktivitas di Dermaga Kuala Jambi diprediksi akan semakin ramai dengan kedatangan kapal-kapal barang. Hal ini