Pembelajaran di Tanjabtim Dilakukan Secara Daring dan Luring


Sabtu, 24 Oktober 2020 - WIB - Dibaca: 1141 kali

Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Junaedi Rahmad. / HALOSUMATERA.COM

TANJABTIM (halosumatera.com) - Meski masuk dalam katagori zona hijau pandemi covid-19, ternyata tidak semua sekolah di Kabupaten Tanjabtim menerapkan metode pembelajaran secara tatap muka.

Sebagian sekolah mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP di Tanjabtim lebih memilih melakukan metode pembelajaran secara Daring dan Luring. 

Metode ini dilakukan untuk mencegah adanya peningkatan penyebaran covid-19 di tingkat sekolah. Metode Daring dan Luring disesuaikan dengan kondisi di tingkat sekolah masing-masing.

Bagi sekolah yang daerahnya memadai dengan jaringan koneksi internet, maka pembelajaran dilakukan dengan Daring atau secara online. Dalam pembelajaran secara online ini guru-guru menyampaikan mata pembelajaran kepada siswa menggunakan perangkat hp android, yang dikirim langsung ke group yang didalamnya tergabung kelas-kelas siswa.

Selain menggunkan perangkat android, ada juga sekolah yang jaringannya memadai, langsung memberikan materi pembelajaran dengan menggunakan komputer, para siswa dan guru bisa langsung bertatap muka secara online.

Sementara, sekolah yang daerahnya diluar jaringan Lebih memilih menerapkan metode pembelajaran Luring, dengan mendatangi masing-masing rumah siswa untuk diberikan tugas sekolah, atau siswa yang didatangkan ke sekolah untuk mengambil tugas sekolah.

Untuk metode Luring sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan dan selalu berkordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19.

"Dimasa Pendemi Covid-19 ini kitakan sudah masuk zona hijau. Sebetulnya tatap muka sudah dibolehkan untuk SKB 4 Mentri, tapi dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten belum mengizinkan untuk belajar tatap muka. Oleh karena itu metode pembelajaran nya kita lakukan masih dengan pembelajaran jarak jauh namanya atau PJJ,"kata Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Junaedi Rahmad. 

"PJJ ini dibagi menjadi dua. Secara Daring yakni menggunakan internet dan secara Luring diluar jaringan internet, ini tergantung situasi dan kondisi yang ada disekolah,"tambahnya.

Junaedi Rahmad menjelaskan, dari sekitar 31 ribu keselurahan jumlah siswa SD dan SMP di Tanjabtim, hanya 12 ribu yang mempunyai gedget atau hp android, artinya penerapan pembelajaran dengan metode Daring hanya bisa sekitar 38 persen. Diluar dari 38 persen siswa menerapkan metode pembelajaran Luring.

Dinas pendidikan Tanjabtim juga memberikan bantuan paket internet kepada guru dan siswa yang daerah geografisnya memadai untuk koneksi jaringan internet. bantuan paket internet berlaku untuk satu bulan.(*/Eko)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Hadir di Rakor Lintas Sektoral, Hamdani: Dukung Kelancaran Operasi Ketupat 2026

TANJABBAR - Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hamdani, S.E., menghadiri undangan persiapan pengamanan yang digelar secara virtual dari Mabes Polri pada

Advertorial

Ketua DPRD Hamdani Turut Sambut Kunjungan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol

TANJABBAR - Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hamdani, S.E., menghadiri sekaligus menyambut kunjungan kerja Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) X

Advertorial

DPRD Tanjabbar Gelar Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati 2025

TANJABBAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar Rapat Paripurna Pertama Tahun 2026. Rapat paripurna tersebut dipimpi

Advertorial

Wakil Ketua II DPRD Tanjabbar Dampingi Fasha Safari Ramadhan, Berikan Santunan ke Panti Asuhan

TANJABBAR – Dalam rangka Safari Ramadhan Anggota DPR RI Syarif Fasha ke Kabupaten Tanjabbar,   Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Bara

Advertorial

Ketua DPRD Tanjabbar Dampingi Wabup Rapat Penyelesaian Tapal Batas di Kemendagri

JAKARTA – Memastikan penyelesaian konflik tapal batas antara Kabupaten Tanjabbar dan Tanjabtim, Ketua DPRD Tanjabbar Hamdani turut mendampingi Wakil Bupati Ta

Advertorial


Advertisement