Pembelajaran di Tanjabtim Dilakukan Secara Daring dan Luring


Sabtu, 24 Oktober 2020 - WIB - Dibaca: 1057 kali

Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Junaedi Rahmad. / HALOSUMATERA.COM

TANJABTIM (halosumatera.com) - Meski masuk dalam katagori zona hijau pandemi covid-19, ternyata tidak semua sekolah di Kabupaten Tanjabtim menerapkan metode pembelajaran secara tatap muka.

Sebagian sekolah mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP di Tanjabtim lebih memilih melakukan metode pembelajaran secara Daring dan Luring. 

Metode ini dilakukan untuk mencegah adanya peningkatan penyebaran covid-19 di tingkat sekolah. Metode Daring dan Luring disesuaikan dengan kondisi di tingkat sekolah masing-masing.

Bagi sekolah yang daerahnya memadai dengan jaringan koneksi internet, maka pembelajaran dilakukan dengan Daring atau secara online. Dalam pembelajaran secara online ini guru-guru menyampaikan mata pembelajaran kepada siswa menggunakan perangkat hp android, yang dikirim langsung ke group yang didalamnya tergabung kelas-kelas siswa.

Selain menggunkan perangkat android, ada juga sekolah yang jaringannya memadai, langsung memberikan materi pembelajaran dengan menggunakan komputer, para siswa dan guru bisa langsung bertatap muka secara online.

Sementara, sekolah yang daerahnya diluar jaringan Lebih memilih menerapkan metode pembelajaran Luring, dengan mendatangi masing-masing rumah siswa untuk diberikan tugas sekolah, atau siswa yang didatangkan ke sekolah untuk mengambil tugas sekolah.

Untuk metode Luring sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan dan selalu berkordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19.

"Dimasa Pendemi Covid-19 ini kitakan sudah masuk zona hijau. Sebetulnya tatap muka sudah dibolehkan untuk SKB 4 Mentri, tapi dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten belum mengizinkan untuk belajar tatap muka. Oleh karena itu metode pembelajaran nya kita lakukan masih dengan pembelajaran jarak jauh namanya atau PJJ,"kata Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Junaedi Rahmad. 

"PJJ ini dibagi menjadi dua. Secara Daring yakni menggunakan internet dan secara Luring diluar jaringan internet, ini tergantung situasi dan kondisi yang ada disekolah,"tambahnya.

Junaedi Rahmad menjelaskan, dari sekitar 31 ribu keselurahan jumlah siswa SD dan SMP di Tanjabtim, hanya 12 ribu yang mempunyai gedget atau hp android, artinya penerapan pembelajaran dengan metode Daring hanya bisa sekitar 38 persen. Diluar dari 38 persen siswa menerapkan metode pembelajaran Luring.

Dinas pendidikan Tanjabtim juga memberikan bantuan paket internet kepada guru dan siswa yang daerah geografisnya memadai untuk koneksi jaringan internet. bantuan paket internet berlaku untuk satu bulan.(*/Eko)




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Bupati Anwar Sadat Dukung Sosialisasi Piala Dunia 2026 dan Pemasangan Antena TVRI Jambi

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri acara sosialisasi Piala Dunia 2026 sekaligus seremoni pemasangan antena ole

Advertorial

Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan, Wabup Katamso Hadiri Rakor Mitigasi Kekeringan Kementan

JAKARTA – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menghadiri rapat koordinasi (rakor) mitigasi kekeringan lahan pertanian yang dige

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Tinjau Pelaksanaan Tes Akademik SD di Kelurahan Teluk Nilau

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., memastikan pelaksanaan tes akademik tingkat sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tanjung Ja

Advertorial

Ahmad Syukri Barogbah Apresiasi Polda Jambi Tangkap DPO Alung yang Sempat Kabur

JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar S.I.K., M.H., melalui Dir intelkam Polda Jambi Kombes Pol Yuli Haryudo, S.E., bersama para PJU Ditintelkam Pold

Berita Daerah

Perumda Tirta Muaro Jambi Bantu Air Bersih 4.000 Liter, Warga: Bukan Solusi Jangka Panjang

JAMBI - Perumda Tirta Muaro Jambi memberikan bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter yang dialokasikan di dua RT, yakni RT 28 dan RT 33 Desa Mendalo Darat Kecam

Berita Daerah


Advertisement