Sidik Jari di TKP Kabur, Pembunuh Guru SMK Belum Ditangkap


Selasa, 05 Mei 2015 - 19:47:16 WIB - Dibaca: 2789 kali

HALOSUMATERA.COM / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Hampir dua tahun kasus pembunuhan sadis terhadap guru SMK Kelautan Kualatungkal, Azizatul Mukharamah (32) belum tuntas. Sejauh ini pelaku pembunuhan belum berhasil ditangkap. Kendati demikian, Mapolres Tanjab Barat terus berupaya menuntaskan kasus pembunuhan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembunuhan terhadap guru SMK Kelautan Kualatungkal, Azizatun Mukarohma (32) terjadi pada Minggu (14/7) Tahun 2013 silam itu.

Korban Azizatul pertama kali ditemukan oleh salah seorang siswinya, bernama Eva (16) yang secara kebetulan tinggal serumah dengan korban, di RT 10, Lorong Perintis, Jalan Siswa Ujung (depat TPU) , Kelurahan Patunas, Kecamatan Tungkal Ilir.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara pihak kepolisian waktu itu, Azizatul ditemukan tewas dengan luka robek usus terburai di bagian perut sebelah kanan, pinggang,  punggung dan pipi sampai kupingnya putus dan tangan luka robek. Sedangkan barang-barang rumah, kendaraan dan perhiasan korban masih utuh, tidak ada yang hilang.

Meski sampai saat ini pihak berwajib belum menemukan petunjuk atau bukti-bukti baru yang mengarah ke pelaku, namun upaya pengungkapan kasus tersebut tetap terus dijalankan.

Sebagaimana dikatakan Kapolres Tanjabbar melalui Kasat Reskrim Mapolres Tanjab Barat, Iptu Rio Gumara saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (5/5). Pihaknya akan mempelajari ulang berkas kasus tersebut.

“Selain mengotak atik berkas lama, kita juga akan berkoordinasi dengan tim penyidik terdahulu yang pernah menangani kasus ini.  Dimana saat ini, para penyidik-penyidik tersebut sudah banyak yang pindah tugas,” ujarnya.

Kata dia, pengungkapan kasus ini terus dilakukan, meski sejauh ini belum ditemukan petunjuk yang mengarah kepada pelaku. “Sebab kasus itu,  tidak ada masa kadaluarsanya, begitu juga untuk kasus pembunuhan,’’ kata Rio.

Kasat mengakui, pihaknya cukup kesulitan untuk menyibak tabir si pelaku. Hal ini disebabkan, minimnya saksi dan dan juga barang bukti yang digunakan pelaku di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Disamping itu, penyidik juga kesulitan mengambil sidik jari di TKP. Pasalnya, saat kejadian, sangat banyak masyarakat datang ke lokasi. “Karena masyarakat telah keluar masuk TKP saat ditemukannya korban, yang menjadi faktor penyebab rusaknya TKP,” ungkapnya.

‘’Walaupun pihak berwajib telah memaasang police line (garis Polisi), namun karena banyaknya warga yang datang ke tempat kejadian yang lokasinya dipinggir jalan raya, sehingga berdampak pada kaburnya jejak pelaku,’’katanya lagi.(*)

Penulis : RTG

Editor   : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah

Wabup Katamso Hadiri Arahan Nasional Jelang Perayaan Malam Pergantian Tahun Baru 2026

  TANJABBAR - Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti araha

Advertorial

16 Advokat DPN Indonesia Resmi Dilantik di Pengadilan Tinggi Jambi

JAMBI - Di tengah transisi besar hukum pidana nasional, Dewan Pengacara Nasional (DPN) Indonesia resmi memperkuat barisan penegak hukum di wilayah Sumatera. Se

Berita Daerah

Hidupkan Dermaga Kuala Jambi, Kapal Barang Diprediksi Ramai, KSOP Turunkan Personel

TANJAB TIMUR – Kabar baik bagi masyarakat Jambi. Aktivitas di Dermaga Kuala Jambi diprediksi akan semakin ramai dengan kedatangan kapal-kapal barang. Hal ini

Berita Daerah


Advertisement