Sidik Jari di TKP Kabur, Pembunuh Guru SMK Belum Ditangkap


Selasa, 05 Mei 2015 - 19:47:16 WIB - Dibaca: 2964 kali

HALOSUMATERA.COM / HALOSUMATERA.COM

KUALATUNGKAL – Hampir dua tahun kasus pembunuhan sadis terhadap guru SMK Kelautan Kualatungkal, Azizatul Mukharamah (32) belum tuntas. Sejauh ini pelaku pembunuhan belum berhasil ditangkap. Kendati demikian, Mapolres Tanjab Barat terus berupaya menuntaskan kasus pembunuhan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembunuhan terhadap guru SMK Kelautan Kualatungkal, Azizatun Mukarohma (32) terjadi pada Minggu (14/7) Tahun 2013 silam itu.

Korban Azizatul pertama kali ditemukan oleh salah seorang siswinya, bernama Eva (16) yang secara kebetulan tinggal serumah dengan korban, di RT 10, Lorong Perintis, Jalan Siswa Ujung (depat TPU) , Kelurahan Patunas, Kecamatan Tungkal Ilir.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara pihak kepolisian waktu itu, Azizatul ditemukan tewas dengan luka robek usus terburai di bagian perut sebelah kanan, pinggang,  punggung dan pipi sampai kupingnya putus dan tangan luka robek. Sedangkan barang-barang rumah, kendaraan dan perhiasan korban masih utuh, tidak ada yang hilang.

Meski sampai saat ini pihak berwajib belum menemukan petunjuk atau bukti-bukti baru yang mengarah ke pelaku, namun upaya pengungkapan kasus tersebut tetap terus dijalankan.

Sebagaimana dikatakan Kapolres Tanjabbar melalui Kasat Reskrim Mapolres Tanjab Barat, Iptu Rio Gumara saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (5/5). Pihaknya akan mempelajari ulang berkas kasus tersebut.

“Selain mengotak atik berkas lama, kita juga akan berkoordinasi dengan tim penyidik terdahulu yang pernah menangani kasus ini.  Dimana saat ini, para penyidik-penyidik tersebut sudah banyak yang pindah tugas,” ujarnya.

Kata dia, pengungkapan kasus ini terus dilakukan, meski sejauh ini belum ditemukan petunjuk yang mengarah kepada pelaku. “Sebab kasus itu,  tidak ada masa kadaluarsanya, begitu juga untuk kasus pembunuhan,’’ kata Rio.

Kasat mengakui, pihaknya cukup kesulitan untuk menyibak tabir si pelaku. Hal ini disebabkan, minimnya saksi dan dan juga barang bukti yang digunakan pelaku di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Disamping itu, penyidik juga kesulitan mengambil sidik jari di TKP. Pasalnya, saat kejadian, sangat banyak masyarakat datang ke lokasi. “Karena masyarakat telah keluar masuk TKP saat ditemukannya korban, yang menjadi faktor penyebab rusaknya TKP,” ungkapnya.

‘’Walaupun pihak berwajib telah memaasang police line (garis Polisi), namun karena banyaknya warga yang datang ke tempat kejadian yang lokasinya dipinggir jalan raya, sehingga berdampak pada kaburnya jejak pelaku,’’katanya lagi.(*)

Penulis : RTG

Editor   : Andri Damanik




Komentar Anda



Terkini Lainnya

Sekolah Jadi Sorotan Jelang Eksekusi, Mahmud: Kami Siap Hibahkan Tanah untuk Pendidikan

BATANGHARI – Polemik rencana eksekusi lahan sekitar 1.300 hektare di Kabupaten Batanghari kembali memanas. Kali ini, perhatian publik tertuju pada beredar

Hukum & Kriminal

Bupati Anwar Sadat Dorong Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik di Kawasan Hutan Produksi

JAMBI – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri rapat pembahasan Rencana Pembangunan Jaringan Listrik Desa di wilayah Kabupaten Ta

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Tekankan Kepatuhan Pajak Desa untuk Wujudkan Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan

Advertorial

Bupati Anwar Sadat Ajak Masyarakat Jaga Sungai dan Kelestarian Ekosistem

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., meresmikan Lubuk Larangan di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, sebagai upaya m

Advertorial

Gerak Cepat, Bupati Anwar Sadat Tinjau Karhutla di Bram Itam

TANJAB BARAT — Menunjukkan respons cepat terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., langs

Advertorial


Advertisement