3 Mahasiswi UIN Jambi Sempat Dikabarkan Hilang Saat Mendaki Gunung, Ini Penjelasan Pihak Kampus


Rabu, 17 Februari 2021 - WIB - Dibaca: 684 kali

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN STS Jambi, Bahrul Ulum. (*/halosumatera.com) / HALOSUMATERA.COM
HALOSUMATERA.COM- Tiga orang mahasiswi Mapala Sutha Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Syaifuddin (UIN STS) Jambi dikabarkan hilang saat turun gunung dari gunung Masurai di Kabupaten Merangin, Jambi. 
 
Peristiwa ini sempat viral dan menggegerkan keluarga besar UIN Sultan Thaha Jambi.
 
Tiga mahasiswa UIN STS Jambi itu ialah Rahayu (20), Romlah (21) dan Nuri (20). Mereka diketahui mendaki gunung Masurai, namun saat turun dikabarkan hilang sehingga pihak Basarnas Jambi langsung ke lokasi untuk melakukan pencarian, dan akhirnya mereka ditemukan.
 
"Sudah diketemukan oleh team Pokdarwis dan pencinta alam dari Desa Tanjung Berugo dalam keadaan selamat. Dan jarak dari Desa Sungai Lalang ke Desa Tanjung Beruga lebih kurang 1,5 jam. Saat dapat informasi dari mahasiwa, mereka hanya salah jalur saat balik namun ketemu dengan warga dan pemuda saat buat jalur pendakian,"ujar Humas Basarnas Jambi, Lutfi, Rabu (17/02/21).
 
Terpisah, Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan UIN STS Jambi, Bahrul Ulum membenarkan jika ada mahasiswi Mapala Sutha UIN STS Jambi tersebut.
 
"Diketahui mahasiswi mendaki gunung minggu 14 februari 2021 sebanyak 8 orang, dan saat turun gunung tanggal 16 februari 2021 tiga orang lost kontak, jadi memutuskan menginap karena ketemu warga dan pemuda yang saat itu buat jalur pendakian. Jadi tiga mahasiswi tidak ada hilang melainkan lost kontak,"jelas Bahrul Ulum, Rabu (17/02/21).
 
Bahrul menyebutkan, terkait rombongan Mapala Sutha UIN STS Jambi mendaki gunung tidak ada ijin, melainkan Meraka berangkat sendiri. Bahrul berharap kedepan mahasiswa UIN STS Jambi dapat berkomunikasi langsung dengan pihak kampus, agar ada pendampingan dan pertanggung jawaban oleh pihak Kampus. 
 
"Setiap ada mahasiswa yang mau mendaki setidaknya ada ijin, agar bisa didampingi oleh pihak kampus, namun mahasiswi yang ke gunung Masurai sempat viral hilang saat turun gunung dan akhirnya ditemukan itu hanya berangkat atas keinginan sendiri,dan tidak atas nama kampus,"terangnya.
 
Ketua Umum Mapala Sutha UIN STS Jambi, Azka Mumtaz membenarkan tiga Mahasiswi UIN merupakan anggota Mapala Sutha UIN STS Jambi, namun kegiatan mahasiswi tersebut bukanlah kegiatan yang diagendakan oleh Mapala UIN. 
 
"Kronologi mereka terpisah dari rombongan karena salah jalur. Namun mereka ketemu dengan warga saat membuat tanda jalur dan bermalam bersama warga karena kesorean dan mereka sudah dalam perjalanan pulang. Alhamdulillah termakasih kepada pihak pihak Basarnas dan pecinta alam yang telah turut membantu mencari mahasiswa yang sempat viral hilang di gunung Masurai, Kabupaten Merangin Jambi,"tukasnya. (*/Red)



Komentar Anda



Terkini Lainnya

Polda Jambi Kerahkan 123 Personel Gabungan, Evakuasi Korban Tertimbun Longsor di Sarolangun

SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar

Berita Daerah

SN Simpan Narkoba dalam Kotak Rokok, Kini Diamankan di Polres Tanjabbar

KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna

Hukum & Kriminal

Pelaku Tabrak Lari Nekat Terobos Penjagaan Polda Jambi, Akhirnya Diamankan Positif Narkoba

JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero

Berita Daerah

Maling Beraksi Lewat Pedestrian Anak Sungai Kualatungkal, As Pompong Milik Nelayan Nyaris Hilang

KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R

Berita Daerah

Temuan Rp 781 Juta, Rekanan Proyek Pintu Air Baru Kembalikan Rp 300 Juta

KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata

Berita Daerah


Advertisement