TANJABBAR – Setiap hari, di Kualatungkal dan sekitarnya, Kabupaten Tanjabbar masih terjadi pemadaman. Hari ini, pemadaman terjadi di sebagian jalur di dalam kota, sekitar pukul Rp 17.00 sampai dengan pukul 21.00 wib. Kemudian padam kembali sekitar 10 menit, pada pukul 21.30 wib.
Kepala ULP PLN Kualatungkal, Rizky Tungguan mengatakan, pada Jumat sore hingga pukul 21.00 memang terjadi pemadaman, disebabkan ada Co Kapasitor Teluk yang terbakar. Sehingga petugas melakukan perbaikan dan penggantian komponen yang terbakar tersebut.
“Iya pekerjaan nya lama karena kerusakannya merambat kesambungan. Pekerjaan dr td sore sampai hampir jam 9 tadi (pukul 21.00),” ujar Rizky Tungguan dihubungi halosumatera.com via pesan whatsApp, Jumat malam (4/12).

Dikatakan Rizky, pemadaman yang terjadi setiap malam, lantaran ada pemindahan supply arus ke pembangkit di TJP. Sehingga, PDAM bisa beroperasi.
“Karena mesin nomor 2 masih proses perbaikan maka polanya seperti yg kmrn ku bilang bang, setiap beban puncak dioper ke patin sampai beban ringan,” ungkapnya.
Ada empat mesin yang ada di PLTG TJP Pematang Lumut, diantaranya mesin nomor 2 berkapasitas 3 MW dalam perbaikan. Kemudian, mesin nomor 3 juga sering mengalami gangguan, mengakibatkan pemadaman mendadak, lepas koneksi dari jalur Toman.(*)
Pewarta: Andri Damanik
SAROLANGUN - Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sar
KUALA TUNGKAL – Polres Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Satuan Reserse Narkoba (Satresna
JAMBI - Mitsubishi Pajero Sport hitam doff dengan nomor polisi B 1989 PRS diduga plat bodong menerobos penjagaan Polda Jambi, Minggu dini hari (18/1/26). Pajero
KUALATUNGKAL - Warga di Jalan Nelayan RT 16 Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi resah aksi pencuri onderdil pompong, R
KUALATUNGKAL - Dugaan kejanggalan terhadap Proyek Pintu Air Parit 10 Desa Tungkal I Kabupaten Tanjabbar senilai Rp 4 miliar akhirnya terjawab. Hasil Audit Tata