KUALATUNGKAL – Pembayaran air ledeng kini dipindahkan dari Kantor PDAM ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggorajo. Sebelumnya, pelanggan PDAM sempat membayar tagihan air ledeng di kantor pos terdekat.
Salah seorang pelanggan PDAM, mengaku kesulitan saat membayar tagihan air ledeng di BPR Tanggorajo, Senin pagi. Pasalnya, semua transaksi di BPR dipusatkan pada satu tempat. Dia harus antri hingga satu jam hanya untuk membayar tagihan air ledeng.
“Menumpuk di situ semua, sementara yang mau bayar air ledeng banyak. Lain lagi transaksi lainnya,” ujar seorang pelanggan PDAM yang ingin namanya dirahasiakan, saat ditemui infotanjab.com pagi tadi.
Warga yang tinggal di Parit II ini berharap, pembayaran air ledeng dikembalikan ke kantor pos atau kantor PDAM, agar pelanggan tidak antri lama saat membayar tagihan.
Terpisah, Direktur PDAM Tirta Pengabuan, Ustayadi Barlian, membenarkan, loket pembayaran air ledeng dipusatkan di BPR Tanggorajo terhitung Senin (13/7).
Hal ini berdasarkan perintah Bupati Tanjabbar. “Bupati yang intruksikan, agar menambah PAD kita. Sebab, ada biaya administrasi sebesar Rp 2.500, bisa masuk ke kas daerah,” tukasnya.
Mantan anggota DPRD ini mengaku, pembayaran di BPR Tanggorajo berjalan lancar. (*)
Editor : Andri Damanik
Oleh: Dr. Mochammad Farisi, LL.M Dosen FH UNJA & Direktur Pusat Kajian Demokrasi dan Kebangsaan (Pusakademia) Pemandangan penegakan hukum kita belakangan ini m
JAMBI - Tiga advokat dari Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Siginjai, yakni Firmansyah, Yuskandar, dan Nofriyanto, secara resmi telah mengajukan surat keberata
JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar S.I.K., M.H., membuka langsung Rakernis Fungsi Intelkam Polda Jambi dan jajaran, di Aula Balai Bhayangkara Sigi
TANJAB BARAT – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar nai
TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Maulia Kuswicaksono, S.I.K., M.H., me